Peran Pendamping Program Keluarga Harapan dalam Pengembangan Kapasitas Kelompok Pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat
DOI:
https://doi.org/10.21831/diklus.v10i1.101637Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendamping PKH dalam pengembangan kapasitas Kelompok Pemberdayaan KPM di Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian terdiri atas 1 orang pendamping PKH sebagai informan utama dan 15 anggota Kelompok Pemberdayaan KPM sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping PKH telah menjalankan perannya sebagai fasilitator, edukator, representatif, dan teknikal. Peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga, pembentukan Usaha Bersama Simpan Pinjam, pelatihan berbasis potensi lokal, pemberian motivasi, akses terhadap sumber daya eksternal, serta pendampingan administrasi dan pengelolaan kelompok. Anggota KPM merasakan pendampingan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, kerja sama, dan kemandirian ekonomi anggota kelompok. Adapun dukungan/hambatan yang dialami pendamping dalam menjalankan perannya dalam peningkatan kapasitas.
Kata Kunci: kelompok pemberdayaan, keluarga penerima manfaat, pengembangan kapasitas, pendamping PKH
The Role of Family Hope Program Facilitators in the Capacity Building for Beneficiary Family Empowerment Groups
Abstract
This study aimed to examine the role of PKH facilitators in developing the capacity of KPM Empowerment Groups in Liang Bua Village, Rahong Utara District, Manggarai Regency. A qualitative approach with a case study design was employed. Informants consisted of one PKH facilitator as the main informant and 15 KPM Empowerment Group members as supporting informants. Data were collected through observation, interviews, documentation and analyzed using the Miles and Huberman model. Data validity was established through source and technique triangulation. Findings showed that the PKH facilitator performed four roles: facilitator, educator, representative, and technician. These roles were implemented through Family Capacity Building Meetings, a Joint Savings and Loan Business, local-potential-based training, motivation, access to external resources, and assistance in administration and group management. The facilitation improved members’ knowledge, skills, self-confidence, cooperation, and economic independence. The study also identified supporting factors and obstacles encountered by facilitator in developing the group’s capacity.
Keywords: Beneficiary Families, Capacity Building, Empowerment Group, PKH Facilitator
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Theodora Jaung, Ambara Saraswati Mardani, Gallex Simbolon, Nirwaning Makleat, Ahmad Hamdan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to its articles' full texts and allows readers to use them for any other lawful purpose. Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
![]() | Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. |









