Pengembangan tes kemampuan berpikir kritis pada materi Optik Geometri untuk mahasiswa Fisika

Shan Duta Sukma Pradana, Parno Parno, Supriyono Koes Handayanto

Abstract


Penelitian ini merupakan jenis penelitian & pengembangan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan tes kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan urutan tahapan penganalisisan, perencanaan, pengembangan, pengimplementasian, dan pengevaluasian, tetapi pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap pengimplementasian. Tes yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri dari lima belas butir soal uraian. Validasi terhadap butir soal tes dilakukan dua kali, yaitu validasi isi dan validasi empiris. Hasil validasi isi menunjukkan bahwa nilai rata-rata butir soal tes sebesar 3,394 berkategori baik, sedangkan hasil validasi empiris menunjukkan bahwa ada sebelas soal berkategori valid dan empat soal berkategori tidak valid. Sebelas soal yang berkategori valid memiliki nilai koefisien reliabilitas Cronbach Alpha sebesar 0,67. Hasil implementasi tes menunjukkan hasil bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis mahasiswa sebesar 27,20 dari 100,00  dengan nilai tertinggi 71,05 dan nilai terendah 2,63. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa masih kurang.

Kata kunci: tes kemampuan bepikir kritis, kemampuan berpikir kritis

 

DEVELOPING CRITICAL THINKING SKILLS TEST IN GEOMETRICAL OPTIC FOR PHYSICS STUDENT

Abstract

The kind of this study is the research and development that aims to develop critical thinking skills test. This study uses ADDIE model that has five steps: analyze, design, develop, implement, and evaluate, but in this study only done until the implementing step. This test consists of fifteen items essay test. Validation of this test performed twice, content validation and empirical validation. Content validation shows that this test have good categorized with average score 3,394, whereas empirical validation shows that there are eleven items that have valid categorized and four items that have invalid categorized. The valid items have reliabity coefficient Alpha Cronbach 0,67. The result of implementing step shows that students have average of critical thinking skill score 27,20 from 100,00 with the higest score 71,05 and the lowest score 2,63. This result shows that students’ critical thinking skills are still lacks.

Keywords: critical thinking skills test, critical thinking skills

Keywords


tes kemampuan bepikir kritis; kemampuan berpikir kritis

Full Text:

Fulltext PDF

References


Amalia, N. F., & Susilaningsih, E. (2014). Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Asam Basa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, Vol. 8, No. 2, pp. 1380-1389.

Amarila, R. S, Habibah, N. A., & Widiyatmoko, A. (2014). Pengembangan alat evaluasi kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran ipa terpadu model webbed tema lingkungan. Unnes Science Education Journal, 3(2). doi:10.15294/usej.v3i2.3449

Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Aydin, S., Keleş, P. U., & Haşiloğlu, M. A. (2012). Establishment for Misconceptions that Science Teacher Candidates have about Geometric Optics. The Online Journal of New Horizon in Education, Vol. 2, No. 3, pp. 7-15.

Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer New York.

Chang, H., Chen, J., Guo, C., Chen, C., Chang, C., Lin, S., … Tseng, Y. (2007). Investigating primary and secondary students’ learning of physics concepts in Taiwan. International Journal of Science Education, 29(4), 465–482. https://doi.org/10.1080/09500690601073210

Chu, H.-E., & Treagust, D. F. (2014). Secondary Students’ Stable and Unstable Optics Conceptions Using Contextualized Questions. Journal of Science Education and Technology, 23(2), 238–251. https://doi.org/10.1007/s10956-013-9472-6

Djaali & Muljono, P. (2008). Pengukuran dalam bidang pendidikan. Jakarta: Grasindo.

Dwijananti, P. & Yulianti, D.. (2010). Pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran problem based instruction pada mata kulkiah fisika lingkungan. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, Vol. 6, pp. 108-114.

Ennis, R. H. (1987). A taxonomy of critical thinking dispositions and abilities, in J. B. Baron & R. S. Sternberg (Eds.), Teaching thinking skills: Theory and practice. New York: W. H. Freeman.

Ennis, R. H. (1993). Critical thinking assessment. Theory Into Practice, Vol. 32, No. 3, pp. 179-186.

Ennis, R. H. (1996). Critical thinking dispositions: their nature and assessability. Informal Logic, Vol. 18, No. 2 & 3, pp. 165-182.

Frijters, S., Dam, G., & Rijlaarsdam, G. (2008). Effects of dialogic on value-loaded critical thinking. Learning and Instruction (Vol. 18). https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2006.11.001

Galili, I., & Hazan, A. (2000). Learners' knowledge in optics: interpretation, structure and analysis. International Journal of Science Education, Vol. 22, No. 1, pp. 57-88.

Ghozali, I. (2007). Aplikasi multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gunawan & Liliasari. (2012). Model virtual laboratory fisika modern untuk meningkatkan disposisi berpikir kritis calon guru. Cakrawala Pendidikan, Vol. 2, pp. 185-199.

Istiyono, E., Mardapi, D., & Suparno. (2014). Pengembangan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi Fisika (PysTHOTS) peserta didik SMA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Vol. 18, No. 1, pp. 1-12.

Jazuli, M & Wardani, S. (2015). Pengembangan Alat Evaluasi IPA Terpadu Topik Perubahan Materi Berbasis Kontekstual untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Unnes Science Education Journal, Vol. 4, No. 2, pp. 912-918.

Kartimi & Liliasari. (2012). Pengembangan Alat Ukur Berpikir Kritis pada Konsep Termokimia untuk Siswa SMA Peringkat Atas dan Menengah. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, Vol. 1, No. 2, pp. 21-26.

Luthvitasari, N, Putra, N. M. D., & Linuwih, S. (2012). Implementasi pembelajaran fisika berbasis proyek terhadap keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kemahiran generik sains. Journal of Innovative Science Education, Vol. 1, No. 2, pp. 92-97.

National Research Council. (2012). A Framework for K-12 Science Education. Washington, DC: The National Academies Press.

Parker, J. (2006). Exploring the Impact of Varying Degrees of Cognitive Conflict in the Generation of both Subject and Pedagogical Knowledge as Primary Trainee Teachers Learn about Shadow Formation. International Journal of Science Education. Vol. 28, No. 13, pp. 1545-1577.

Pradana, S. D. S., Parno, & Handayanto, S. K. (2016). Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Tahun Pertama Jurusan Fisika Universitas Negeri Malang. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan IPA. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Malang, 8 Oktober 2016.

Putra, P. D. A. & Sudarti. (2015). Pengembangan Sistem E-Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa. Jurnal Fisika Indonesia, Vol. 19, No. 55, pp. 45-48.

Quitadamo, I. J., Faiola, C. L, Johnson, J. E., & Kurtz, M. J. (2008). Community-based inquiry improves critical thinking in general education biology. Life Sciences Education, Vol. 7, pp. 327-337.

Wahyuni, Sri. (2015). Pengembangan Bahan Ajar IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Ke-6. FKIP Universitas Sebelas Maret. Surakarta, 12 September 2015.

Yuliati, D. I., Yulianti, D. & Khanafiyah, S. (2011). Pembelajaran Fisika Berbasis Hands On Activities untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, Vol. 7, pp. 23-27.




DOI: https://doi.org/10.21831/pep.v21i1.13139

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Our journal indexed by:


ISSN 2338-6061 (online)

View Journal Visitor Stats