Efisiensi Vol. XIII No. 1 Februari 2015

DOI: https://doi.org/10.21831/efisiensi.v13i1

Pada kajian edisi kali ini membahas tentang pelayanan prima dan budaya perusahaan. Birokrasi pemerintah di Indonesia pada masa Orde Baru sering diindetikkan dengan birokrasi yang korup dan lamban. Kemudian, birokrasi pada masa Orde Reformasi yang diharapkan dapat menampilkan wajah baru dari birokasi Orde Baru, pada kenyataannya gagal untuk merepresentasi birokrasi yang mampu memahami konteks pelayanan yang sesungguhnya. Bahkan korupsi meraja lela sampai birokrasi tingkat paling bawah. Ekspetasi publik pun tidak mampu terrpresentasi dengan baik pada Orde Reformasi. Terdapat tiga kategori kompetensi sekretaris yaitu: kompetensi umum, kompetensi inti, dan kompetensi khusus (tambahan). Sistem pendidikan diarahkan untuk mewujudkan RISE (Relevance, Academic Atmosphere, Institutional Management, Suistability, and Efficiency).Kebijakan Pemerintah memberikan ruang pada lembaga pendidikan untuk selalu mengembangkan kualitas serta melakukan pelayanan prima kepada stakeholer-nya. Tujuan dalam pembentukan budaya perusahaan yang baik adalah menciptakan etos kerja karyawan yang tinggi, etos kerja tinggi merupakan tolok ukur kualitas dari suatu perusahaan. Budaya perusahaan adalah soft side, sebagai pendukung hard side (sistem produksi, struktural, desain dan teknologi) untuk memacu kualitas. Pengelolaan arsip merupakan aspek penting dalam suatu organisasi, baik organisasi bisnis maupun pemerintahan. Bertambahnya volume pekerjaan suatu organisasi, menyebabkan bertambah pula jumlah arsip yang dihasilkan. Jumlah arsip yang semakin banyak dari waktu ke waktu, membutuhkan penanganan yang baik agar informasi yang terkandung di dalam arsip tersebut dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.

Table of Contents

Articles

Rumsari Hadi Sumarto
PDF
Rosidah Rosidah
PDF
Muslikhah Dwihartanti, Abdul Gafur
PDF
Suranto Aw, Rosidah Rosidah, Joko Kumoro
PDF
Daimatun Nafiah
PDF
Nadia Sasmita Wijayanti
PDF
Sutirman Sutirman
PDF