Analisis senam angguk di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Farida Mulyaningsih Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.21831/jpji.v13i1.21023

Keywords:

Senam, analisis, analysis, angguk exercise

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan Senam Angguk di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode atau jenis penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan mengobservasi langsung ke lapangan kemudian melakukan wawancara ringan tentang Senam Angguk dan mengambil film sebagai dokumentasi. Kemudian menganalisis Senam Angguk yang ada di Kabupaten Kulonprogo dengan melibatkan pakar senam sebagai Expert Jusment. Setelah dianalisis apakah Senam Angguk termasuk dalam karakteristik senam, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Senam Angguk cenderung masuk dalam senam aerobik ringan, dengan intensitas waktu yang relatif pendek (15 menit), dengan tujuan untuk rekreatif, dan dapat untuk menjaga kebugaran lansia muda kurang lebih usia 50 tahun. Namun secara sistematika, gerakan masih banyak yang tidak berurutan.

 

Analyzing the Angguk Exercise in the Regency of Kulonprogo

 

Abstract

The study aims at describing, analysing and interpreting Angguk Exercise in the Regency of Kulonprogo, the Province of Yogyakarta Special Region. The study is a qualitative research using direct observation, small interview and film documentation with regards to the exercise. While the study was conducted, the analysis toward the exercise involved the experts of Gymnastics as part of Expert Judgment. After Angguk exercise has been analysed, the following characteristics are found: (1) Angguk exercise is inclined to be part of light aerobic exercise with relative short time intensity (15 minutes); (2) the objective of performing Angguk exercise is recreational; and (3) the exercise is suitable for the people who has just entered the beginning of their elderhood. Despite these characteristics most of the movements in Angguk exercise are not in a good sequence.

References

FIK UNY. (2015). Kurikulum 2014 Fakultas Ilmu Keolahragaan. Yogyakarta: FIK UNY.

Mulyasa, E. (2013). Standard kompetesi dan sertifikasi guru. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Rohman, A. (2009). Ilmu pendidikan. Yogyakarta: UNY Press

Siswoyo, D., Sulistyono, T., & Dardiri, A. (2013). Ilmu pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Sumhendartin, A.S. (2004). Diktat matakuliah: persiapan profesi guru pendidikan jasmani. Yogyakarta: FIK UNY.

Sudijono, S. (2006). Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2017-04-28

How to Cite

[1]
Mulyaningsih, F. 2017. Analisis senam angguk di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia. 13, 1 (Apr. 2017), 12–18. DOI:https://doi.org/10.21831/jpji.v13i1.21023.

Issue

Section

Articles