Pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah pendidikan menengah negeri

 Hendrikus Nai, Wiwik Wijayanti

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah dalam hal pengarahan, pengambilan keputusan, dan pendelegasian wewenang serta pengembangan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Milles & Huberman untuk mendeskripsikan dan menganalisis empat aspek pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah yang dijalankan pada kedua sekolah tersebut. Penelitian ini menghasilkan empat temuan utama. Pertama,pengarahan dan pemberian motivasi oleh kepala sekolah pada umumnya dilakukan pada saat upacara bendera dan rapat bersama dewan guru. Kedua, pengambilan keputusan oleh kepala sekolah dilakukan melalui rapat dewan guru dan karyawan sekolah. Ketiga, Pendelegasian wewenang kepala sekolah menengah negeri di Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel Papua dilakukan secara formal, non formal dan pendelegasian otomatis.. Keempat, program pengembangan sekolah belum dilakukan secara maksimal oleh kepala sekolah.

Kata kunci:tugas dan fungsi, kepala sekolah, sekolah menengah negeri

 

THE IMPLEMENTATION OF DUTIES AND FUNCTIONS OF STATE HIGH SCHOOL PRINCIPALS

Abstract

The purpose of this study was to determine the school principal implementation of duties and functions: directing done by the principal, the decision made by the principal, the delegation of authority made by the principal, and the development of schools. This was a qualitative study using phenomenology approach.. Data collection technique used observation, interview and document study. Analysis of the data used was an interactive model Miles & Huberman to describe and analyze four aspects of leadership that run on two schools. This research results in four major findings. First, guidance and motivation by principals are generally performed at a flag raising ceremony and meeting with the teachers. Second, the decision made by the school’s principal was done through meetings by teachers and school employees. Third, the delegation of authority from school principal in the state high schools in Tanah Merah District Digoel Papua is done formally, non formally and automatically. Fourth, school development has not been done maximally yet by the school’s principal.

Keywords: Duties and function, school principal, high school


Keywords


Tugas dan fungsi; kepala sekolah; sekolah menengah negeri

Full Text:

Fulltext PDF

References


Bento, A. V., & Ribeiro, M. I. (2013). Authentic leadership in school organizations. European Scientific Journal, 9(31). Retrieved from https://eujournal.org/index.php/esj/article/view/2051

Chen, W. (2013). School leadership in ICT implementation: Perspectives from Singapore. The Asia-Pacific Education Researcher, 22(3), 301–311. https://doi.org/10.1007/s40299-012-0055-8

Danim, S. (2006). Visi baru manajemen sekolah dari unit birokrasi ke lembaga akademik. Jakarta: Bumi Aksara.

Hermino, A. (2014). Kepemimpinan pendidikan di era globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kaya, A. (2015). The relationship between spiritual leadership and organizational citizenship behaviors: a research on school principals’ behaviors. Educational Sciences: Theory & Practice, 15(3). https://doi.org/10.12738/estp.2015.3.1988

Mendels, P. (2012). The effective principal: five pivotal practices that shape instructional leadership. Feature Leadership, 33(1). Retrieved from http://www.wallacefoundation.org/knowledge-center/Documents/The-Effective-Principal.pdf

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: an expanded source book. Thousand Oaks: Sage Publications, Inc.

Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (1945).

Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan, pendekatan kuantitatif, kualitatif,dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. (2013). Manajemen pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Triana, C. (2015). Perilaku organisasi dalam pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Usman, H. (2012). Kepemimpinan pendidikan kejuruan. Yogyakarta: UNY Press.

Usman, H. (2014). Manajeman: teori, praktik, dan riset pendidikan (4th ed.). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Wahab, A. A. (2008). Anatomi organisasi dan kepemimpinan pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Wahjosumidjo. (1999). Kepemimpinan kepala sekolah: tinjauan teoritik dan permaslahannya. Jakarta: Rajagrafindo Perkasa.

Wahjosumidjo. (2003). Kepemimpinan kepala sekolah: tinjauan teoritik dan permasalahannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.21831/amp.v6i2.10182

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Our journal indexed by:



ISSN 2337-7895 (print) || ISSN 2461-0550 (online)


View Journal Statistics