Pengembangan bahan ajar kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Program Studi Tadris IPS, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Iain Metro, Indonesia
Sri Handayana, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Metro, Indonesia
Deri Ciciria, Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan IPS STKIP PGRI Bandar Lampung, Indonesia

Abstract


Kewarganegaraan merupakan bagian dari mata kuliah wajib umum (MKWU) sesuai amanat konstitusi. Menghadapi ancaman tantangan hambatan dan gangguan (ATHG) negara Indonesia yang semakin kompleks, perguruan tinggi keagamaan islam sebagai bagian dari kekhasan pemerintahan Indonesia harus menunjukkan integrasi nilai-nilai keislaman, namun tetap memiliki satu kesatuan capaian pembelajaran mata kuliah dengan perguruan tinggi umum. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi kewarganegaraan dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai ke-Islam-an sehingga dapat menunjang perkuliahannya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Adapun materi-materi yang dapat terintegrasi antara lain Negara dan sistem pemerintahan, demokrasi, serta hak asasi manusia. Bahan ajar sebagai produk dalam penelitian ini layak digunakan dengan persentase kelayakan 89.85 %.

-----

Citizenship is part of the general compulsory subject (MKWU) according to the mandate of the constitution. Facing the sophisticated threat of obstacles and disturbances in Indonesian, Islamic religious tertiary institutions as part of the uniqueness of the Indonesian government must demonstrate the integration of Islamic values, but still have a unified achievement of learning outcomes with general institutions. The method used is Research and Development with descriptive statistical data analysis techniques. The results showed that the material of citizenship could be integrated with Islamic values so that it can support its lectures at Islamic Religious Colleges. The materials that can integrate include the State and the government system, democracy, and human rights. Teaching material as a product in this study is feasible to use with a percentage of eligibility of 89.85%.


Keywords


Bahan Ajar, kewarganegaraan, nilai-nilai Keislaman, nilai-nilai Keindonesiaan

Full Text:

DOWNLOAD FULL TEXT

References


Arif, D. B., & Aulia, S. S. (2017). Studi tentang negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah untuk penguatan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Ahmad Dahlan. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 14(2), 206–217.

Bajunid, I. A. (2008). The building of a nation and ideas of nationhood: Citizenship education in Malaysia. In Citizenship curriculum in Asia and the Pacific (hal. 127–146). Springer.

Chamim, A. I. (2003). Civic education: Pendidikan kewarganegaraan menuju kehidupan yang demokratis dan berkeadaban. Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, LP3M UMY, dan The Asia Foundation.

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. (2016). Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Fearnley-Sander, M., & Yulaelawati, E. (2008). Citizenship discourse in the context of decentralisation: The case of Indonesia. In Citizenship curriculum in Asia and the Pacific (hal. 111–126). Springer.

Hadin, A. F., & Fahlevi, R. (2016). Desain bahan ajar pendidikan kewarganegaraan berbasis pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 1(2), 162–172. https://doi.org/10.21067/jmk.v1i2.1533

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. (2017). Panduan bimbingan teknis dosen MKU Kewarganegaraan. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Kerr, D. (1999). Citizenship education in the curriculum: An international review. The School Field, X(3–4), 5–32.

Kesuma, T. (2017). Pola integrasi dalam masyarakat majemuk (Studi ketahanan sosial di Kecamatan Kotagajah, Lampung). JIPSINDO, 4(2), 184–212. https://doi.org/10.21831/jipsindo.v4i2.17576

Meihui, L. (2004). A society in transition: The paradigm shift of civic education in Taiwan. In W. O. Lee, D. L. Grossman, K. J. Kennedy, & G. P. Fairbrother (Ed.), Citizenship Education in Asia and the Pacific: Concept and Issues (hal. 97–117). Springer.

Natsir, M. (1961). Capita selecta. Sumur.

Sadzali, M. (1990). Islam dan tata negara. UI Press.

Sudjana, E. (2003). HAM dalam perspektif Islam. Nuansa Madani.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sukardja, A. (2012). Piagam Madinah dan UUD NRI 1945. Sinar Grafika.

Winarno. (2015). Pendidikan Kewarganegaraan untuk perguruan tinggi. Ombak.

Winataputra, U. S. (2001). Jatidiri pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan demokrasi. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Zainuddin, M. (2011). Islam dan demokrasi. Yayasan Abad Demokrasi.




DOI: https://doi.org/10.21831/jc.v17i1.30470

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Our journal indexed by:

           

Supported by:

RJI Main logo

 

Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published Univesitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education/Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (AP3KnI).


Creative Commons License

Jurnal Civics is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

j.civics stat