INTEGRATING MODELS CHARACTER EDUCATION IN HISTORY LEARNING
Downloads
Anna Poedjiadi. 2005. Sains Teknologi Masyarakat: Model Pembelajaran Kontekstual Bermuatan Nilai. Bandung: Rosdakarya.
Agita Safitri Blogspot. Teks Drama Peristiwa Rengas Dengklok. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2013.
A. Syafii Maarif. 1995. "Historiografi dan Pengajaran Sejarah". Makalah. Jakarta:FPIPS IKIP
Bambang Sugiharto. 2007. Seminar Nasional Model Laboratorium IPS di Sekolah Menengah. Makalah. Semarang: Unnes
Bela H Banathy. 1992. A Systems view of Education: Concepts and Principles for Effective Practice. Englewood Cliffs: Educational Technology Publications,
Borg, W.R., and Gall, M.D. 1983. Educational Research: An Introduction. Fourth Edition. New York: Longman
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1991. Proyek Pembinaan Permuseuman. Jakarta: Pedoman Pendirian Museum
Dennis Gunning. 1978. The Teaching of History. London: Cronhelm
_______. (2000). "Thomas Lickona., talks about character education". ProQuest education journals. Vol. 14, no.7, pp. 48-49.
Goodlad, J. (1994). Educational renewal: Better teachers better schools. San Fransisco: Jossey Bass Publishers.
Hamzah B. Uno. 2011. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Her Suganda. 2009. Rengasdengklok: Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945. Jakarta: Kompas.
Ki Hadjar Dewantara. (1977). Karya Ki Hadjar Dewantara, bagian pertama: Pendidikan. Yogyakarta Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
_______. (2008). "Kebangkitan pendidikan nasional, menggali butir-butir pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara untuk memaknai Kebangkitan nasional." Kumpulan tulisan. Yogyakarta: Perpustakaan Puro Pakualaman.
Lickona, Thomas. 2012. Mendidik Untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah Dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab. Jakarta: Bumi Aksara.
M. D. Dahlan. 1984. Model-model Mengajar: Beberapa Alternatif Interaksi Belajar Mengajar. Bandung: Diponegero.
Mulyasa, H. E. 2011. Manajemen Pendidikan karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Sunal, C.S. and Haas. 1993. Social Studies and The Elemantary/Middle School Student. New York : Harcourt Brace Jovanovich College Publisher.. (1993).
Pearson, Q.M., and Nicholson, J.I. (2000). "Comprehensive character education in the elementary school: strategies for administrators, teachers, and counselors". Journal of Humanistic Counselors, Education and Development. 243-251.
Sodiq A. Kuntoro. (2011). "Pendidikan dalam kehidupan dan untuk perbaikan kehidupan". Makalah. Disampaikan pada seminar nasional Prodi Ilmu Pendidikan Program Doktor PPs UNY 18 Oktober 2011.
Soedjatmoko. 1976. "Kesadaran Sejarah dalam Pembangunan". Prisma No.7
Sri Syamsiar Isson dan M. Fakhuruddin "Permasalahan Sekitar Pembelajaran Sejarah di Sekolah" dalam Taufik Abdullah, dkk. Kontroversi Sejarah Orde Baru. Masyarakat Sejarawan Indonesia. Google Books. Diakses pada 18 Juli 2013 pukul 11.55 WIB.
Suyata. (2010). "Pemberdayaan sekolah". Makalah. Disampaikan pada workshop strategi pengembangan mutu sekolah bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah tanggal 7 Agustus 2010 di PPs UNY.
Zamroni. (2002). "Paradigma pembangunan pendidikan nasional dalam mewujudkan peradaban bangsa". Dalam buku Pendidikan untuk masyarakat Indonesia baru. Jakarta: Grassindo.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.




