KRITIK TERHADAP TEORI SPIRAL OF SILENCE: KOMUNIKASI MASYARAKAT MADURA DALAM KONFLIK SUNNI-SYI’AH DI SAMPANG

Ferry Adhi Dharma, Magister Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana UNS, Indonesia

Abstract


The sunni-shiite conflict that occurred in Sampang, Madura has yet to be resolved.
Therefore, this study aims to determine the process to fight the opinion that a conflict
occurred between the two. The research was conducted in the Karanggayam village,
Omben and Blu’uran village, Karang Penang, Sampang, Madura and mansions Puspa
Agro Sidoarjo with the phenomenological method. That is, the phenomenon under
study will be illustrated by personal experience of informants through interviews. To
determine the validity of the data, then the triangulation on the data obtained. Results
are the conflicts caused by differences of opinion between the two groups regarding the
moral values of Islam. As migrant groups, Shiites openly against the public opinion
which is believed by the local community (Sunni). The above measures, social isolation
and threats carried out by the Sunnis that Shi’ites leave Shi’ism and move to the Sunnis.
Nevertheless, Shiites remained adamant and against the social isolation. The action
taken by the Shi’ite group contradicts with the assumption of spiral of silence theory,
the theory which explains that there is a person’s tendency to adhere to public opinion
for fear of being ostracized.

 

Konflik Sunni-Syi’ah yang terjadi di Sampang, Madura sampai saat ini belum dapat
diselesaikan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses
pertarungan pendapat yang terjadi hingga menimbulkan konflik diantara keduanya.
Adapun penelitian ini dilakukan di desa Karanggayam, Omben, dan desa Blu’uran,
Karang Penang, Sampang, Madura dan rumah susun Puspa Agro Sidoarjo dengan
metode fenomenologi. Artinya, fenomena yang diteliti akan digambarkan dengan
pengalaman pribadi informan melalui wawancara mendalam. Untuk mengetahui
keabsahan data, maka dilakukan triangulasi sumber pada data yang didapat. Hasil yang
ditemukan adalah konflik tersebut terjadi akibat adanya perbedaan pendapat diantara
kedua kelompok mengenai nilai-nilai ajaran Islam. Sebagai kelompok pendatang, Syi’ah
secara terang-terangan melawan pendapat umum yang diyakini oleh masyarakat sekitar
(Sunni). Atas Tindakan tersebut, berbagai ancaman dan isolasi sosial dilakukan oleh
kelompok Sunni agar kelompok Syi’ah meninggalkan ajaran Syi’ah dan berpindah ke
Sunni. Kendati demikian, Syi’ah tetap bersikukuh dan melawan isolasi sosial tersebut.
Tindakan yang diambil oleh kelompok Syi’ah bertentangan dengan asumsi teori spiral
keheningan, dimana teori tersebut menjelaskan bahwa ada kecenderungan seseorang
untuk patuh terhadap pendapat umum karena takut dikucilkan.


Keywords


Courage Communication, Conflict, Spiral of Silence

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/informasi.v46i1.9645

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Ferry Adhi Dharma

Supervised by

RJI Main logo


Our Journal has been Indexed by:

           

 

 Creative Commons License

Informasi by http://journal.uny.ac.id/index.php/informasi is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


View My Stats