MEKANISME PENGAWASAN YANG SINERGIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

 Moerdiyanto *

Abstract


Pada konteks manajemen, kepuasan konsumen merupakan kunci keberhasilan bagi
provider jasa. Sekolah selaku lembaga pendidikan formal merupakan industri jasa
yang semestinya harus memberikan pelayanan yang memuaskan kepada kliennya
yaitu siswa dan elemen stake holder lainnya. Namun ironisnya masih banyak lembaga
pendidikan yang belum secara optimal melakukannya. Pendidikan dasar dan
menengah tentunya juga dihadapkan pada masalah itu. Evaluasi kritis ten tang kualitas
pelayanan akademik selama ini menunjukkan bahwa kinerjanya belum memuaskan.
Hal itu tercermin dalam hasil survei UNOP tahun 2004 tentang human develop­
ment index, Indonesia hanya berada di peringkat 111 dari 177 negara di dunia yang
disurvei.

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan
dituangkan dalam Keputusan Mendiknas nomor 0971U/2002, tentang pengawasan
penyelenggaraan pendidikan, termasuk pemenuhan standar pelayanan minimal
(SPM). Pada tataran praktis justru yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana
mekanisme dan prosedur monitoring dan kontrol dilakukan, agar pelaksanaan SPM
di setiap lembaga pendidikan berjalan sebagaimana mestinya.

Model monitoring dan pengawasan yang intensif adalah bentuk kolaborasi
yang sinergis dan produktif antara inspektorat jenderal, Bawasda Provinsi, Bawasda
KabupatenlKota dan Pengawas Sekolah, dan masyarakat. Oi dalam pelaksanaan
pengawasan perlu dilakukan koordinasi dan sinkronisasi melalui pembagian
kekuasaan dan kewenangan pengawasan yang diatur dalam Buku Pedoman
Pengawasan Standar Pelayanan Minimal. Pelaksanaan pemeriksaan kolaboratif
hendaknya dilandasi oleh prinsip-prinsip sebagai berikut: (1) prinsip manajemen
yaitu fungsi kontrol, (2) prinsip pengendalian yaitu memberikan bimbingan, (3) prinsip
integritas yang dilandasi integritas pribadi dan profesional, (4) prinsip pemberdayaan
atas kemampuan dan kinerja kelembagaan, dan (5) prinsip efektivitas dan efisiensi
agar pengawasan hemat biaya, tenaga, dan waktu. Selain itu, pengawasan harus
ditempuh secara prosedural, yaitu: (1) dilaksanakan secara berkala dan terpadu, (2)
melakukan penilaian atas manfaat dan keberhasilan pelaksanaan program kegiatan,
(3) memberikan informasi adanya kotupsi, kolusi dan nepotisme, dan penyampaian
saran perbaikan, (4) dilakukan oleh pengawas yang memadai, dan (5) adanya
semangat saling memberi dan menerima secara profesional, obyektif dan akuntabel
yang bernuansa pemberdayaan.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/informasi.v1i1.6747

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Moerdiyanto *

Creative Commons License
Jurnal Informasi by http://journal.uny.ac.id/index.php/informasi is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

ISSN (p) 0126-0650                            ISSN (e) 2502-3837


INFORMASI indexed by