APPLICATION OF ENDOPHYTIC BACTERIUM BIOFERTILIZER IN TOMATOES HYDROPONIC SYSTEM

 Imas Komalasari, Mieke Rochimi Setiawati, Ridha Hudaya

Abstract


The study was aimed at determining the role of endophytic bacteria biofertilizers as the substitutes for the use of inorganic fertilizers for tomato hydroponic systems. The study was conducted in August-December 2017 at the Ciparanje Experimental Garden Greenhouse, Padjadjaran University. The experiment used a randomized block design (RBD) with 7 treatments and 8 replications. Treatment A: 100% inorganic nutrition + 0 biological fertilizer, B: 50% inorganic nutrition + 100% biological fertilizer, C: 75% inorganic nutrition + 100% biological fertilizer, D: 100% inorganic nutrition + 25% biological fertilizer, E: 100% inorganic nutrition + 50% biological fertilizer F: 100% inorganic nutrition + 75% biological fertilizer, G: 100% inorganic nutrition + 100% biological fertilizer. The results show that the application of biofertilizers by reducing the dose of inorganic fertilizer had no significant effect on the population of the leaf and the root on endophytic bacteria, N content and yield of tomato plants. Biofertilizers are able to increase the weight of tomato in the 50% treatment of inorganic nutrients + 100% biofertilizers (B) of 39.69% compared to the use of inorganic fertilizers only without the addition of biological fertilizers (A)

APLIKASI PUPUK HAYATI BAKTERI ENDOFITIK
PADA SISTEM HIDROPONIK TANAMAN TOMAT

Penelitian dilakukan untuk mengetahui peran pupuk hayati yang mengandung bakteri endofitik sebagai pensubstitusi penggunaan pupuk anorganik untuk tanaman tomat yang ditanam dengan sistem hidroponik. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2017 di Rumah Kaca Kebun Percobaan Ciparanje, Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan A: 100% nutrisi anorganik + 0 pupuk hayati, B: 50% nutrisi anorganik + 100% pupuk hayati, C: 75%nutrisi anorganik + 100% pupuk hayati, D: 100% nutrisi anorganik + 25% pupuk hayati, E: 100% nutrisi anorganik + 50% pupuk hayati F: 100% nutrisi anorganik + 75% pupuk hayati,G: 100% nutrisi anorganik + 100% pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati dengan mengurangi dosis pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap populasi bakteri endofitik daun dan akar, kandungan N dan hasil tanaman tomat. Pupuk hayati mampu meningkatkan bobot buah tomat pada perlakuan 50% nutrisi anorganik + 100% pupuk hayati (B) sebesar 39,69% dibandingkan hanya menggunakan pupuk anorganik tanpa penambahan pupuk hayati (A).


Keywords


biofertilizer, endophytic, nitrogene, tomatoes

Full Text:

PDF

References


Antralina, M., Kania, D., & Santoso, J. (2015). Pengaruh pupuk hayati terhadap kelimpahan bakteri penambat nitrogen dan pertumbuhan tanaman kina (Cinchona ledgeriana Moens) klon cib.5. Jurnal Penelitian Teh dan Kina, 18(2), 177-185.
Astari, W., Purwani, K.I., & Anugerahani, W. (2014). Pengaruh aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman tomat (Solanum lycopersicum L. ) var. tombatu di Pt Petrokimia Gresik. Jurnal Sains dan Seni Pomits, 1(2), 1-4.
Febriansah, R., Luthfia, I., Palupi, D. K., & Ikawati, M. (2016). Tomat (Solanum lycopersicum L) sebagai agen kemopreventif potensial. Https://www.researchgate.net/publication/237534133.
Fitriani, I., Suryatmana, P., & Sofyan, E. T. (2017). Pengaruh dosis konsorsium pupuk hayati dan dosis nutrisi terhadap populasi bakteri pelarut fosfat dan hasil tomat (Solanum lycopersicum L.) pada sistem hidroponik. Jurnal Soilrens, 1(15), 1-6.
Jones, J. B., Wolf, J. B., & Mills, H. A. (1991). Plant analysis handbook. Athens (GA): Micro- Macro Publishing, Inc.
Kemble, J. M. (2013). Vegetable crop hanbook. Lincolnshire, IL: Vance Publishing Crop.
Koomnok, C., Teaumroong, N., Rerkasem, B., & Lumyong, S. (2007). Diazotroph endophytic bacteria in cultivated and wild rice in Thailand. Science Asia, 33, 429-435.
Ludden, P. W. (2001). Nitrogenase complex. Encyclopedia of Life Science, 1-8.
Novita, D. (2013). Pengaruh pupuk terhadap sifat kimia tanah dan populasi mikroba rizosfer tanaman kilemo (Litsea cubeba Pers) (Skripsi tidak diterbitkan). Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Pranoto, E., Fauzi, G., & Hingdri. (2014). Isolasi dan karakterisasi bakteri endofit pada tanaman teh (Camellia sinensis (L.) produktif dan belum menghasilkan klon GMB 7 dataran tinggi. Jurnal Biospecies, 7(1), 1-7.
Setiawati, M. R., Arief, D. H., Suryatmana, P., & Hudaya, R. (2008). Aplikasi bakteri endofitik penambat N2 untuk meningkatkan populasi bakteri endofitik dan hasil tanaman padi sawah. Jurnal Agrikultura, 19(3), 13-19.
Setiawati, M. R., Arief, D. H., Suryatmana, P., & Hudaya, R. (2009). Formulasi pupuk hayati bakteri endofitik penambat N2 dan aplikasinya untuk meningkatkan hasil tanaman padi sawah. Jurnal Fakultas Pertanian Unpad, 7(1), 1-7.
Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D., & Hartatik, W. (2006). Pupuk organik dan pupuk hayati. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor.
Sofatin, S., Fitriatin, B. N., & Machfud, Y. (2016). Pengaruh kombinasi pupuk NPK dan pupuk hayati terhadap populasi total mikroba tanah dan hasil jagung manis (Zea mays L.saccharata) pada inceptisols Jatinangor. Soilrens, 14(2), 33-37.
Sturz, A. V., Christie, B. G., & Nowak, J. (2000). Bacterial endophytes: potential role in developing sustainable systems of crop production. Critical Review of Plant Science, 19, 1-30.
Sulistyani, N., Wahyudi, A. T., & Giyanto. (2013). Pengendalian cendawan pato-gen akar tanaman kedelai secara koinokulasi strain Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. dengan Bradyrhizobium japonicum. Jurnal Penelitian Saintek, 18(1), 34-43.
Surtinah. (2007). Kajian tentang hubungan pertumbuhan vegetatif dengan produk-si tanaman tomat (Lycopersicum escu-lentum, Mill). Jurnal Ilmiah Pertanian, 4(1), 1-9.
Tan, R. X., & Zou, W. X. (2001). Endophytes: A rich source of functional metabolites. Nat. Prod. Rep, 18(4), 448-459.
Thakuria, D., Talukdar, N. C., Goswami, C., Hazarika, S., & Boro, R. C. (2004). Characterization and screening of bacteria from rhizosphere of rice grown in acidic soils of Assam. Curr Sci, 86(7), 978-985.
Trejo, L. I., & Gómez, F.C. (2012). Nutrient solutions for hydroponic system (pp. 1-22). Mexico: InTech.
Trejo-Téllez, L. I., & Gómez-Merino, F. C. (2012). Nutrient solutions for hydroponic systems. Dalam T. Asao (Ed.), Hydroponics-a standard methodology for plant biological researches (pp. 1-22). Rijeka, Croatia: InTech.
Shavrukov, Y., Genc, Y., & Hayes, J. (2012). The use of hydroponics in abiotic stress tolerance research (pp. 39-66). Australia: InTech.
Wasonowati, C. (2011). Meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat (Lyco-persicum Esculentum) dengan sistem budidaya hidroponik. Jurnal Agrovigor, 1(4), 21-28.
Widyati, E. (2013). Dinamika komunikasi mikroba rizosfir dan kontribusinya terhadap pertumbuhan tanaman hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan.Tekno Hutan Tanaman, 2(6), 55-64.
Wijayani, A., & Widodo, W. (2005). Usaha meningkatkan kualitas beberapa varie-tas tomat dengan sistem budidaya hidro-ponik. Ilmu Pertanian, 1(12), 77-83.
Wijayanti, E., & Susila, A. D. (2013). Pertumbuhan dan produksi dua varietas tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) secara hidroponik dengan beberapa komposisi media tanam. Buletin Agrohorti, 1(1), 104-112.
Wulansari, A. N. D. (2012). Pengaruh macam larutan nutrisi pada hidroponik sistem rakit apung terhadap pertumbuhan dan hasil baby kailan (Brassica oleraceaei var. alboglabra) (Skripsi tidak diterbit-kan). Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Yoon, J. Y., Green, S. K., Tschanz, A. T., Tsou, S. C. S., & Chang, L. C. (1989, March). Pepper improvement for the tropics: Problems and the AVRDC approach. Dalam Proceedings of the International Symposium on Integrated Management (pp. 86-98).




DOI: https://doi.org/10.21831/jps.v23i1.18821

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Penelitian Saintek

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 p-ISSN: 1412-3991 || e-ISSN: 2528-7036

Indexed by: