Aceh's special autonomy in the perspective of asymmetric decentralization policies

Suharno Suharno, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Abstract


This paper aims to reveal the implementation of autonomy in Aceh by using descriptive research methods through literature review. Based on the analysis of the literature sources, it can be found that the policy of regulation and division of territory as well as the pattern of relations between the Central Government and Regional Governments at the beginning of independence were pragmatic and tended to generalize, this could lead to armed conflicts such as in Aceh. Thus, an asymmetric decentralization policy is needed so that it can meet the demands of the Acehnese people, which historically, geographically, and socio-religiously have their own uniqueness and have made a major contribution to the struggle to achieve and maintain Indonesian independence.


Keywords


Aceh’s special autonomy; policies; asymmetric decentralization

Full Text:

PDF

References


Adhyaksa, G., & Akhmaddhian, S. (2015). Pengelolaan dana otonomi berdasarkan undang undang Daerah Istimewa Provinsi Aceh dan Undang Undang Otonomi Khusus Provinsi Papua. UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 1–24. https://doi.org/10.25134/unifikasi.v2i2.413

Aini, Q., Khosiah, A., & Sa’adah, S. L. (2016). Mahkamah Syari’ah di Nanggroe Aceh Darussalam: Dalam lintas sejarah dan eksistensinya. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum, 7(1), 98–119. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Yudisia/article/view/2132

Arabiyani, A. (2018). Kepastian hukum qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 20(2), 295–314. https://doi.org/10.24815/kanun.v20i2.11165

Bappeda Aceh. (2015). Kajian pelaksanaan Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh. Badan Perencanaan dan pembangunan Daerah Aceh.

Creswell, J. W. (2014). Research design qualitative, quantitative, and mixed method approaches. SAGE Publication. Inc.

Fauzi, M. (2016). Legal policy of Indonesian goverment on regional autonomy era (Study on Law Autonomy in Aceh Province). KARSA: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman, 24(1), 15–32. https://doi.org/10.19105/karsa.v24i1.1006

Hadi, A. (2010). Aceh sejarah, budaya, dan tradisi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hasjmy. (1985). Semangat merdeka. Bulan Bintang.

Jacobi, T. A. K. (1992). Aceh daerah modal: Long march ke medan area. PT. Pelita Persatuan.

Kamarusdiana, K. (2016). Qânûn Jinâyat Aceh dalam perspektif negara hukum Indonesia. AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, 16(2), 151–162. https://doi.org/10.15408/ajis.v16i2.4445

Mukhlis. (2014). Keistimewaan dan kekhususan Aceh dalam perspektif Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 76–99. https://jih.ejournal.unri.ac.id/index.php/JIH/article/view/2092

Murodi, A. (2019). Otonomi khusus dan partai politik lokal: Analisis kebijakan Undang-Undang Pemerintahan Aceh No 11 Tahun 2006 tentang Partai Politik Lokal. JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH, 19(1), 76–87. https://doi.org/10.33592/pelita.Vol19.Iss1.71

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi penelitian sosial. Penerbit Media Sahabat Cendekia.

Nurpratiwi, H. (2019). Dinamika Konflik Dan Perdamaian Aceh. History and Culture Journal, 1(2), 96–107. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jhcj/article/view/4347

Pratama, A. Y. (2015). Pelaksanaan desentralisasi asimetris dalam tata kelola pemerintahan daerah di era demokrasi. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 28(1), 6–14. http://journal.um.ac.id/index.php/jppk/article/view/5434

Ramzani, P. I., Yusuf, M. Y., & Furqani, H. (2020). Model pengelolaan dana otonomi khusus terhadap kesejahteraan masyarakat di Aceh (Ditinjau dari maqashid syariah). Journal of Sharia Economics, 1(1), 58–81. https://doi.org/10.22373/jose.v1i1.627

Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

Rohayuningsih, H. (2009). Peranan BPUPKI dan PPPKI dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Forum Ilmu Sosial, 36(2), 184–194. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/FIS/article/view/1507

Sanur, D. (2020). Implementasi kebijakan otonomi khusus di Aceh [implementation of special autonomy policies in Aceh]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 11(1), 65–83. https://doi.org/10.22212/jp.v11i1.1580

Sekretariat Daerah Aceh. (2020). Sejarah Provinsi Aceh.

Shindyawati, S. (2019). Desentralisasi dalam integrasi nasional studi kasus: Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Indonesia dan Gerakan Pemberontak Moro di Filipina. The Indonesian Journal Of Politics and Policy (IJPP), 1(1), 32–40. https://doi.org/10.35706/ijpp.v1i1.1644

Suharyo. (2016). Otonomi Khusus Di Papua Dan Aceh Sebagai Perwujudan Implementasi Peranan Hukum Dalam Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Rechtsvinding, 5(1), 323–337. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/148

Suharyo, S. (2018). Otonomi Khusus di Aceh dan Papua di tengah fenomena korupsi, suatu strategi penindakan hukum. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(3), 305–318. https://doi.org/10.30641/dejure.2018.V18.305-318

Tauda, G. A. (2018). Desain desentralisasi asimetris dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Administrative Law and Governance Journal, 1(4), 413–435. https://doi.org/10.14710/alj.v1i4.413-435

Ulya, Z. (2014). Refleksi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki dalam kaitan makna Otonomi Khusus Di Aceh. Jurnal Konstitusi, 11(2), 371–392. https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/31

Wibawa, K. C. S. (2019a). Urgensi keterbukaan informasi dalam pelayanan publik sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Administrative Law and Governance Journal, 2(2), 218–234. https://doi.org/10.14710/alj.v2i2.218-234

Wibawa, K. C. S. (2019b). Penegasan politik hukum desentralisasi asimetris dalam rangka menata hubungan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di Indonesia. Administrative Law and Governance Journal, 2(3), 400–412. https://doi.org/10.14710/alj.v2i3.400-412

Zamzami, M., & Dewi, R. (2015). Peran DPRK Aceh Selatan dalam pembuatan Qanun kabupaten. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik, 3(1), 8–19. https://ojs.uma.ac.id/index.php/publikauma/article/view/1007




DOI: https://doi.org/10.21831/jc.v18i2.43607

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Our journal indexed by:

           

Supported by:

RJI Main logo

 

Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published Univesitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education/Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (AP3KnI).


Creative Commons License

Jurnal Civics is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

j.civics stat