Tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara

Tatar Bonar Silitonga, Universitas Pertahanan, Indonesia

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara bagi Warga Negara Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam menjawab permasalahan adalah dengan studi literatur, observasi, dan wawancara.  Dari hasil data ditemukan bahwa terdapat nilai-nilai globalisasi yang mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku sebagian warga negara yang didukung dengan konsistensi, ketegasan, dan penguatan peran pemerintah dalam merawat nilai-nilai kebersamaan. Selain itu juga berimplikasi untuk meredam eskalasi dan kegiatan yang menjurus pada perilaku yang menonjolkan sentiment primordial serta berimplikasi memantapkan persepsi warga negara tentang pentingnya ideologi negara, walaupun tidak langsung mengakselerasi masyarakat mengaktualisasikan nilai-nilai ideology negara secara signifikan.

-----

This article aims to analyze the effect of globalization, the role of the state, and its implications for the actualization of state ideology values for Indonesian citizens. The approach used in answering problems is through literature study, observation, and interview. From the results of the data, it found that there are values of globalization that affect the mindset, attitudes, and behavior of some citizens supported by consistency, decisiveness, and strengthening the role of government in caring for the values of togetherness. It also has implications to reduce escalation and activities that lead to behaviors that highlight primordial sentiments and has implications for strengthening citizens' perceptions about the importance of state ideology. However, it does not directly accelerate the community to actualize state ideology values significantly.


Keywords


globalisasi, peran negara, ideologi

Full Text:

DOWNLOAD FULL TEXT

References


Agus, A. A. (2016). Relevansi Pancasila sebagai ideologi terbuka di era reformasi. Jurnal Office, 2(2), 229–238. http://ojs.unm.ac.id/jo/article/download/2958/1608

Asshiddiqie, J. (2006). Ideologi, Pancasila, dan konstitusi. Jaringan Dokumentasi Dan Informasi Hukum, 1, 1–23. jdih.ristekdikti.go.id/?q=system/files/perundangan/1927202140.pdf%0A

Bertens, K. (2000). Pengantar etika bisnis. Kanisius.

Budiarjo, M. (2017). Dasar-dasar ilmu politik (Rev.). Gramedia.

Budiyono. (2017). Memperkokoh ideologi negara Pancasila melalui bela negara. Citizenship: Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(1), 55–63. https://doi.org/http://doi.org/10.25273/citizenship.v5i1.1148

Bunga, M., Maroa, M. D., Arief, A., & Djanggih, H. (2019). Urgensi peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Law Reform, 15(1), 85–97. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/lr.v15i1.23356

Hastangka, H., Armawi, A., & Kaelan. (2019). Dampak sosialisasi empat pilar MPR RI terhadap Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(2), 98–110.

Juneman, Meinarno, E. A., & Rahardjo, W. (2012). Symbolic meaning of money, self-esteem, and identification with Pancasila values. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 65, 106–115. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.11.099

Kaelan. (2004). Pendidikan Pancasila (8th ed.). Paradigma.

Kemala, A. (2018). Globalisasi industri hiburan Jepang dan Korea: Pengaruh terhadap perspektif publik antar negara. Global: Jurnal Politik Internasional, 20(2), 201. https://doi.org/10.7454/global.v20i2.336

Kim, B. J., Kavanaugh, A. L., & Hult, K. M. (2011). Civic engagement and internet use in local governance: hierarchial linear models for understanding the role of local community groups. Administration & Society, 43(7), 807–835. https://doi.org/10.1177/0095399711413873

Kiswanto, E. (2005). Negara kesejahteraan (welfare state): Mengembalikan peran negara dalam pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia. Jurnal Kebijakan Administrasi Publik, 9(2), 91–102. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jkap.8320

Li, X., & Soobaroyen, T. (2020). Accounting, Ideological and Political Work and Chinese multinational operations: A neo-Gramscian perspective. Elsevier. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.cpa.2020.102160

Mangunsong, N., & Fitria, V. (2019). Pancasila dan toleransi pada tradisi keagamaan masyarakat Yogyakarta. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(1), 89–97.

Marpaung, L. A. (2018). Ilmu negara. Andi Offset.

Mir, U. R., Hassan, S. M., & Qadri, M. M. (2014). Understanding globalization and its future: An analysis. Pakistan Journal of Social Sciences (PJSS), 34(2), 607–624.

Muryanti. (2018). Tindakan korupsi sebagai tindakan imoral dalam perspektif fungsional (kajian film korupsi dan kita: rumah perkara). Jurnal Komunikasi Profetik, 11(2), 32–45. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/pjk.v11i2.1317

Novenanto, A. (2016). Membangun bencana: Tinjauan kritis atas peran negara dalam kasus Lapindo. Masyarakat; Jurnal Sosiologi, 20(2), 159–192. https://doi.org/https://doi.org/10.7454/mjs.v20i2.4263

Nurwardani, P., Saksama, H. Y., Winataputra, U. S., Budimansyah, D., Sapriya, Winarno, Mulyono, E., Prawatyani, S. J., Anwar, A. A., Evawany, Priyautama, F., & Festan, A. (2016). Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi. Ditjen Belmawa.

Ohmae, K. (1994). The borderless world: Power and strategy in the global marketplace. HarperCollins.

Prabowo, M. S. (2015). Pengaruh globalisasi ekonomi dan hukum ekonomi internasional dalam pembangunan hukum ekonomi di Indonesia. Jurnal Litigasi, 16(1), 2741–2780. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23969/litigasi.v16i1.52

Pratiwi, A. E., Triyono, S., Rezkiyanto, I., Asad, A. S., & Khollimah, D. A. (2018). Eksistensi masyarakat adat di tengah globalisasi. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 95–102.

Sanjaya, A. R. (2018). Petisi Indonesia untuk Dunia: Potret Globalisasi Gerakan Sosial Digital. Jurnal Komunikasi, 10(1), 17–32. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24912/jk.v10i1.520

Sassen, S. (2007). A sociology of globalization. W.W. Norton & Company, Inc.

Setijo, P. (2006). Pendidikan Pancasila: Perspektif sejarah perjuangan bangsa, dilengkapi dengan undang-undang dasar hasil amandemen. Gramedia.

Sitorus, J. H. E. (2016). Pancasila-based social responsibility accounting. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 219, 700–709. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.05.054

Surajiyo. (2018). Kaitan filsafat dengan ideologi: Keunggulan dan ketangguhan ideologi pancasila. Seminar Nasional PPKn 2018, 1–28.

Wells, P., & Wang, L. (2017). Borderless world 2.0. Evs30 Symposium, December, 1–10.

Winarno. (2014). Paradigma baru pendidikan kewarganegaraan. Bumi Aksara.




DOI: https://doi.org/10.21831/jc.v17i1.29271

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Our journal indexed by:

           

Supported by:

RJI Main logo

 

Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published Univesitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education/Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (AP3KnI).


Creative Commons License

Jurnal Civics is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

j.civics stat