EKSPLORASI PERMUKAAN DAN TEKSTUR HASIL FABRIC SLASHING PADA BERBAGAI MATERIAL KAIN

Authors

  • Feny Puspitasari Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Astri Rachmawati Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21831/hej.v6i2.66203

Keywords:

Eksperimen, Fabric Slashing, manipulating fabric, Uji Material

Abstract

Fabric slashing merupakan salah satu teknik memanipulasi kain dengan cara menumpuk beberapa kain, kemudian dijahit dan digunting beberapa lapis dengan meninggalkan satu lapisan paling akhir tetap utuh sebagai base. Teknik ini berfokus pada mengubah tekstur kain menjadi bentuk dan warna yang bisa dikreasikan dengan beragam. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data mengenai ragam visual tekstur dari teknik fabric slashing berdasarkan penggunaan beberapa jenis material. Metode yang digunakan berupa eksperimen, dengan variabel tetap berupa kain drill sebagai base, dan variabel bebas sebagai layer/stack yaitu drill, canvas, tafeta, dan katun toyobo. Jarak stitch yang digunakan sebesar 1,5 cm,  jumlah lapisan 5 layer dengan arah bergelombang. Parameter yang ditinjau dalam eksperimen yaitu hasil lekukan, ketebalan tumpukan kain, dan berat material hasil fabric slashing.  Hasil dari penelitian menunjukan bahwa hasil akhir fabric slashing dengan uji coba material kain drill menghasilkan lekukan yang lebih kaku, tumpukan kain lebih berat, dan lebih tebal. Hasil dari ujicoba kain canvas cukup kaku, berat dan tebal. Hasil ujicoba toyobo menghasilkan lekukan yang tidak terlalu kaku, tumpukan kain tidak tebal dan ringan. Hasil ujicoba material taffeta menghasilkan lekukan yang sedikit kaku, tumpukan kain cukup tebal dan cukup berat (sedang).  Hasil dari temuan ini dapat digunakan dalam pemilihan material untuk produk fashion ataupun hiasan yang menerapkan fabric slashing sebagai teknik manipulating fabric.

References

[1] Colette Wolff . 1996. The art of manipulating fabric. Krause Publications

[2] Taryati, A & Puspitasari, F. (2018). Eksplorasi Jamur Ganoderma Applanatum dengan Hiasan Ruffle Pada Busana Pesta Sore. Fashion Perspektif 9 (1), 96-108

[3] Sabila, SA, & Puspitasari, F. (2017). Eksplorasi Struktur Gunung Es (Iceberg) Pada Busana Pesta Sore Dengan Teknik Ruffles. Fesyen Perspektif 8 (1)

[4] Parafitasari, F., S. Siagian, M., C., A. (2019). Pengembangan Komposisi dan Desain Aplikasi Ruffle pada Busana Wanita. Jurnal Seni Rupa.7(2),120-127.

[5] Amaden-Crawford, C. (2018). The Art of Fashion Draping:-with STUDIO. Bloomsbury Publishing USA.

[6] Arifah & Dewiyani. (2014). Fan Pleated in Award Gown. Jurnal Pendidikan Tata Busana. 4(1),8-18

[7] Puspitasari, N & Khoirunnisa, N. (2021). Hanbok in Art fashion. Fesyen Perspektif 12 (1), 1-8

[8] Lojen, D. Z., & Jevsnik, S. (2007). Some aspects of fabric drape. Fibres and Textiles in Eastern Europe, 15(4), 39.

[9, 19] Small, A. (2017). Layered Cloth, The Art of Fabric Manipulation. Search Press. United Kingdom

[10] Dieffenbacher, F. (2020). Fashion thinking: Creative approaches to the design process. Bloomsbury Publishing.

[11] Przybylek, S. (2019). Fabric manipulation Techniques. https://study.com/academy/lesson/fabricmanipulation-techniques.html.

[12] Hussin, H., Mansor, S. A., Omar, R., Ismail, H., & Hassan, A. (2009). Seni, Seni Hias, Seni Reka, Reka Bentuk Dan Estetika Daripada Persepsi Umum Dan Orang Melayu: General And Malay Perception Of Art, Decorative Art, Art Design, Design And Aesthetics. Jurnal Pengajian Melayu (JOMAS), 20(1), 82-98.

[13] Sinclair, R. (Ed.). (2014). Textiles and fashion: materials, design and technology. Elsevier.

[14] Gokarneshan, N. (2004). Fabric structure and design. New Age International.

[15] Workman, J. E., & Caldwell, L. F. (2007). Centrality of visual product aesthetics, tactile and uniqueness needs of fashion consumers. International Journal of consumer studies, 31(6), 589-596.

[16] Suliyanthini, Dewi. 2021.Ilmu Tekstil. PT. Raja Grafindo Persada

[17] Masyfufah, L., Mawati, A. R., Novitasari, D., & Puspitasari, D. I. (2020). Evaluasi Kenyamanan Mahasiswa Terhadap Penggunaan Seragam STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo. ., 1(2), 53-60.

[18] Sunaryo, D. (2020). Pembuatan Masker Kain Sebagai Pencegahan Penularan Virus serta Mengoptimalkan Pendapatan di Masa Pandemi COVID-19 bagi Masyarakat di Desa Sukaratu. Jurnal Abdidas, 1(4), 183-192.

[20] Sevi, D. Russanti, I. 2019. Pengaruh Lebar Bias terhadap Hasil Jadi Slashing pada Blus. Jurnal Tata Busana, 8(3),195-200.

[21,26] Yusuf, A. 2018. Kreasi Teknik Fabric slashing pada Busana Ready To Wear. Thesis. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Busana. Universitas Negeri Makassar. Makassar.

[22] Wiersma, William. (1991). Research Methods in Educa tion: An Introduction. Boston: Allyn and Bacon.

[23] Triston , J. and Lombard, R. (2011). How to be creative in textile art. Pavilion Books,London.

[24] Taylor, J. 2014. Slashing. https://texturedessence.blogspot.com/2014/06/slashing.html

[25] Ahmed, O. Kh & Elsayed, N.A.A (2019). Fabric manipulation as a fashion inspiration source for children clothes. International Design Journal 9 (4): 79-91.

[27] Thread & Whisk. 2017. A Heart Warmer — Warming Pillow Tutorial with Slashing Technique. https://www.threadandwhisk.com/blog/2017/02/10/2017-2-10-a-heart-warmer

[28] Singer, Ruth. 2013. Fabric Manipulating: 150 Creative Sewing Technique. David & Charles

[29] Holmberg, N.1997.Variations in Chenille: Nannette Holmberg's Techniques for Creating Faux Chenille. Martingale & Co Inc

Downloads

Published

2022-11-16

How to Cite

[1]
F. Puspitasari and A. Rachmawati, “EKSPLORASI PERMUKAAN DAN TEKSTUR HASIL FABRIC SLASHING PADA BERBAGAI MATERIAL KAIN”, HEJ, vol. 6, no. 2, pp. 65–73, Nov. 2022.

Issue

Section

Articles

Citation Check