Pengukuran mutual trust pada masyarakat multikultural kota Pekanbaru

Authors

  • Azizah Aini Sinaga Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara https://orcid.org/0009-0009-9272-819X
  • Muba Simanihuruk Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara
  • Rini Naibaho Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21831/dimensia.v15i1.96000

Abstract

Fenomena “Rayap Besi”, Gerakan Kemerdekaan Riau, dan Pekanbaru termasuk di antara 10 kota paling intoleran di Indonesia, berpotensi memicu ketegangan dan konflik antarkelompok etnis di Pekanbaru, sehingga mengancam kesatuan komunitas etnis yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutual trust antarkelompok etnis di masyarakat multikultural Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Mutual trust digunakan sebagai fondasi dalam memahami proses penerimaan perbedaan etnis sehingga keragaman dikelola dengan tepat. Variabel yang digunakan adalah tingkat pendapatan, usia, dan lama tinggal. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan observasi, data sekunder dari studi literatur. Analisis dilakukan pada 100 responden dari empat kelompok etnis mayoritas, yaitu Minang, Melayu, Jawa, dan Batak, menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel tersebut memiliki hubungan lemah hingga moderat dengan mutual trust. Secara keseluruhan, mutual trust masyarakat Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, relatif terjaga dengan baik tanpa potensi konflik etnis, meskipun kota ini termasuk salah satu kota intoleran.

The “Iron Termite” phenomenon, the Riau Independence Movement, and Pekanbaru as one of Indonesia’s most intolerant cities may trigerring ethnic tensions and threaten social unity. This study examines mutual trust between ethnic groups in Sukajadi District, Pekanbaru City. Mutual trust as a foundation for understanding the process of accepting ethnic differences so that diversity is properly managed. The variables analyzed include income level, age, and length of stay. Using a quantitative approach, primary data collection through questionnaires and observation, and secondary data from literature studies. Data from 100 respondents representing four majority ethnic groups—Minang, Malay, Javanese, and Batak, were tested using Spearman's rank correlation. The results of the study show a weak to moderate correlations with mutual trust. Overall, mutual trust in Sukajadi District, Pekanbaru City, is relatively well maintained without the potential for ethnic conflict, even though this city is considered one of the most intolerant cities.

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

Sinaga, A. A., Simanihuruk, M., & Naibaho, R. (2026). Pengukuran mutual trust pada masyarakat multikultural kota Pekanbaru. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 15(1), 75–88. https://doi.org/10.21831/dimensia.v15i1.96000