Pengukuran mutual trust pada masyarakat multikultural kota Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.21831/dimensia.v15i1.96000Abstract
Fenomena “Rayap Besi”, Gerakan Kemerdekaan Riau, dan Pekanbaru termasuk di antara 10 kota paling intoleran di Indonesia, berpotensi memicu ketegangan dan konflik antarkelompok etnis di Pekanbaru, sehingga mengancam kesatuan komunitas etnis yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutual trust antarkelompok etnis di masyarakat multikultural Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Mutual trust digunakan sebagai fondasi dalam memahami proses penerimaan perbedaan etnis sehingga keragaman dikelola dengan tepat. Variabel yang digunakan adalah tingkat pendapatan, usia, dan lama tinggal. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan observasi, data sekunder dari studi literatur. Analisis dilakukan pada 100 responden dari empat kelompok etnis mayoritas, yaitu Minang, Melayu, Jawa, dan Batak, menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel tersebut memiliki hubungan lemah hingga moderat dengan mutual trust. Secara keseluruhan, mutual trust masyarakat Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, relatif terjaga dengan baik tanpa potensi konflik etnis, meskipun kota ini termasuk salah satu kota intoleran.
The “Iron Termite” phenomenon, the Riau Independence Movement, and Pekanbaru as one of Indonesia’s most intolerant cities may trigerring ethnic tensions and threaten social unity. This study examines mutual trust between ethnic groups in Sukajadi District, Pekanbaru City. Mutual trust as a foundation for understanding the process of accepting ethnic differences so that diversity is properly managed. The variables analyzed include income level, age, and length of stay. Using a quantitative approach, primary data collection through questionnaires and observation, and secondary data from literature studies. Data from 100 respondents representing four majority ethnic groups—Minang, Malay, Javanese, and Batak, were tested using Spearman's rank correlation. The results of the study show a weak to moderate correlations with mutual trust. Overall, mutual trust in Sukajadi District, Pekanbaru City, is relatively well maintained without the potential for ethnic conflict, even though this city is considered one of the most intolerant cities.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azizah Aini Sinaga, Muba Simanihuruk, Rini Naibaho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan karya yang diterbitkan lebih awal dan lebih banyak (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
====================================================
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






