Analisis sosio-legal pengasuhan anak untuk pencegahan penyimpangan kriminalitas
DOI:
https://doi.org/10.21831/dimensia.v15i1.94834Abstract
Kriminalitas yang melibatkan anak menunjukkan bahwa pendekatan perlindungan anak yang ada saat ini masih bersifat represif sehingga belum mampu menekan perilaku menyimpang anak sejak usia dini. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mengakui hak anak untuk memperoleh pengasuhan dari orang tua, namun belum mengatur secara rinci mengenai standar pengasuhan yang memperhatikan aspek psikologis perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengasuhan anak berbasis psikologi sebagai bagian dari budaya hukum masyarakat dalam upaya pencegahan kriminalitas anak serta implikasinya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan socio legal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan orang tua yang tidak memperhatikan kebutuhan psikologis anak dapat berkontribusi terhadap kegagalan pembentukan karakter dan meningkatnya risiko kriminalitas anak. Oleh karena itu, pengasuhan anak berbasis psikologi perlu diposisikan sebagai strategi preventif dalam kebijakan perlindungan anak untuk menekan angka kriminalitas anak sejak usia dini.
Crimes involving children show that the current approach to child protection is still repressive and therefore unable to curb deviant behavior in children from an early age. Law No. 35 of 2014 concerning Amendments to Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection recognizes the right of children to receive care from their parents but does not regulate in detail the standards of care that consider the psychological aspects of child development. This study aims to analyze psychology-based childcare as part of the legal culture of society in an effort to prevent child crime and its implications for strengthening child protection policies. This study uses a normative legal research method with a conceptual and socio-legal approach. The results of the study show that parenting patterns that do not pay attention to children's psychological needs can contribute to character formation failure and an increased risk of child criminality. Therefore, psychology-based childcare needs to be positioned as a preventive strategy in child protection policies to reduce child criminality rates from an early age.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Laluna Nuralika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari karya versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan karya yang diterbitkan lebih awal dan lebih banyak (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
====================================================
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






