Kelayakan Sarana dan Prasarana Bengkel Otomotif untuk Pelatihan Mobil Bensin pada Balai Latihan Kerja di Kabupaten Sleman
Indonesia, Inggris
DOI:
https://doi.org/10.21831/jate.v3i2.3227Keywords:
automotive workshop; feasibility; training facilities; vocational training, bengkel otomotif; kelayakan; sarana pelatihan; pelatihan vokasiAbstract
Abstract
This study evaluates the feasibility of facilities and infrastructure used for gasoline-car training in the Light Vehicle Engineering automotive workshop at a vocational training center in Sleman Regency. Adescriptive quantitative design was applied using observation and documentation as data-collection techniques. The observation instrument was developed with reference to Regulation of the Minister of Manpower of the Republic of Indonesia Number 8 of 2017 concerning Standards for Manpower Training Centers and was reviewed through expert judgment. Data were analyzed using percentage-based descriptive statistics by comparing the number of items that met the standard with the total number of observed items. The results show that the workshop infrastructure achieved an overall fulfillment level of 67% and was categorized as feasible. The Light Vehicle Engineering workshop building reached 100% fulfillment, while several elements of office buildings, supporting rooms, circulation areas, and dormitory facilities did not yet meet the required standards. In contrast, training equipment achieved only 44% fulfillment and was categorized as less feasible. The detailed fulfillment rates were 50% for main machinery and equipment, 39% for hand tools and power tools, 22% for occupational safety and health equipment, and 60% for supporting equipment. The lowest achievement was therefore found in safety equipment. These findings indicate that infrastructure is generally adequate, but practical training equipment requires prioritized improvement. Procurement planning should focus on essential tools, safety equipment, and maintenance so that workshop learning can better support competency achievement and safe training activities.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan sarana dan prasarana yang digunakan untuk pelatihan mobil bensin pada Bengkel Otomotif Teknik Kendaraan Ringan pada Balai Latihan Kerja di Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Instrumen observasi disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 tentang Standar Balai Latihan Kerja dan ditelaah melalui expert judgment. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berbasis persentase dengan membandingkan jumlah item yang memenuhi standar terhadap jumlah keseluruhan item yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prasarana bengkel mencapai tingkat keterpenuhan keseluruhan sebesar 67% dan berada pada kategori layak. Bangunan workshop Teknik Kendaraan Ringan mencapai keterpenuhan 100%, sedangkan beberapa unsur gedung kantor, ruang penunjang, ruang sirkulasi, dan fasilitas asrama belum memenuhi standar. Sebaliknya, sarana pelatihan hanya mencapai keterpenuhan 44% dan berada pada kategori kurang layak. Secara rinci, keterpenuhan mesin/peralatan utama sebesar 50%, hand tools dan power tools 39%, peralatan keselamatan dan kesehatan kerja 22%, dan perlengkapan pendukung 60%. Capaian terendah terdapat pada peralatan K3. Temuan menunjukkan bahwa prasarana secara umum telah memadai, tetapi sarana praktik masih memerlukan peningkatan yang diprioritaskan. Perencanaan pengadaan sebaiknya difokuskan pada peralatan inti, peralatan keselamatan, serta pemeliharaan agar pembelajaran praktik dapat mendukung pencapaian kompetensi dan berlangsung secara aman.
