PERSEPSI STATEMENT TAKERS TERHADAP PENGUNGKAPAN KEBENARAN KONFLIK ACEH

Nailur Rahmah, Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Haiyun Nisa, Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Mirza Mirza, Universitas Syiah Kuala, Indonesia
Zaujatul Amna, Universitas Syiah Kuala, Indonesia

Abstract


Konflik Aceh menimbulkan korban sebanyak 30.000 jiwa. Konflik ini berakhir damai dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) di Helsinki dengan salah satu mandatnya ialah mewujudkan keadilan transisi bagi penyintas konflik yang diwujudkan melalui pengungkapan kebenaran konflik Aceh. Pengungkapan kebenaran dilaksanakan oleh statement takers yang turun langsung ke lapangan untuk menemui penyintas konflik, namun hal ini beresiko bagi statement takers untuk mengalami dampak psikologis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan eksploratif. Responden penelitian berjumlah empat orang statement takers yang terlibat dalam pengungkapan kebenaran konflik aceh. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling, serta pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa statement takers mengalami reaksi emosional, terbebani secara moral, serta mengalami dampak fisik dan psikologis. Namun, pengungkapan kebenaran dinilai tepat karena sesuai dengan nilai moral dan budaya masyarakat Aceh. Kesimpulan penelitian ialah pengungkapan kebenaran konflik menjadi tindakan preventif agar konflik tidak terjadi lagi, sehingga pengungkapan kebenaran tetap dilaksanakan demi mewujudkan keadilan transisi dan tetap memerhatikan dampak negatif yang ditimbulkan.

Keywords


Persepsi, Pengungkapan kebenaran Konflik, Statement Takers

Full Text:

PDF

References


Akbar, K. 2017. Politik hukum pembentukan komisi kebenaran dan rekonsiliasi Aceh. Lex Renaissance, 2(2), 195-212. [Internet]. Diakses pada 25 Maret 2019. Tersedia pada https://journal.uii.ac.id /LexRenaissance/article/view/12027

Allport, F. H. 1955. Theories of perception and the concept of structure: A review and critical analysis with and introduction to a dynamic-structural theory of behavior. [Internet]. Diakses pada 17 Maret 2019. Tersedia pada https://archive.org/details/ theoriesofpercep00allp

Antic-Stauber, B. 2017. Snaga Zene: A model for healing trauma beyon psychological treatment. Intervention Journal, 15, 293 301. [Internet]. Diakses pada 17 Maret 2019. Tersedia pada http://doi:10. 1097/WTF.0000000000000162

Appleby, G., & Davis, M. 2018. The Uluru statement and the promises of truth. Australian Historical Studies, 49, 501 509. [Internet]. Diakses pada 16 April 2020. Tersedia pada http://doi:10. 1080/1031461X.2018. 1523838

Davis, A., Nsengiyumva, C., & Hyslop, D. 2019. Healing trauma and building trust and tolerance in Rwanda. International Organization for Peacebuilding, 4, 1-54. [Internet]. Diakses pada 25 April 2020. Tersedia pada https://www.interpeace. org/wpcontent/uloads/2019/04/Trauma ustToleranceand PeaceactivismWeb.pdf

Edlmann, T. 2017. A reflection on narrative based historical memory work in peacebuilding processes. Intervention Journal, 15, 230-240. [Internet]. Diakses pada 24 Maret 2020. Tersedia pada http://doi:10.1097/WTF.000000000000 168

Farid, H., & Simarmata, R. 2004. Demi kebenaran pemetaan upaya-upaya pencarian keadilan dalam masa transisi di Indonesia. Jakarta: ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat). [Internet]. Diakses pada 24 Maret 2020. Tersedia pada http://referensi.elsam.or.id/ wpcontent/uploads/2014/09/11. DemiKebenaran_PemetaanUpaya UpayaPencarianKeadilanDalam MasaTransisi-di-Indoenesia.pdf

Gasparelli, K., Crowley, H., Fricke, M., McKenzie, B., Oosman, S., & Nixon S. A. 2016. Mobilizing reconciliation: Implications of the truth and reconciliation commission report for physiotherapy in Canada. Canada Physiotherapy Association, 68, 211 212. [Internet]. Diakses pada 22 Juni 2019. Tersedia pada http://doi:10.3138/ptc.68.3.GEE

Goldstein, E. B. 2013. Sensation and perception (9th ed.). USA: Wardsworth Cengage Learning. [Internet]. Diakses pada 23 April 2020. Tersedia pada http://dl.icdst.org/pdfs/files/613782cddf 896905bb17706aecb765

Gonzalez, E., & Varney, H. 2013. Truth seeking: Elements of creating an effective truth commission. New York: International Center for Transitional Justice. [Internet]. Diakses pada 13 Januari 2020. Diakses dari https://www.ictj.org/sites/ default/files/ITJ-BookTruthSeeking 2013English.pdf

Guthrey, H. L. 2016. Expectations and promises in the quest for truth: Examining victms’ perceptions of truth commission participation in Solomon Islands and Timor-Leste. Peace and Conflict: Journal of Peace Psychology, 22, 306-317. [Internet]. Diakses pada 13 Januari 2020. Tersedia pada http://doi:10.1037/ pac0000198

Hamid, A. F. 2019. Jalan damai nanggroe endatu: Catatan seorang wakil rakyat Aceh. Banda Aceh: Bandar Publishing.

Hass, K. L. 2017. Exploring the link between trauma and truth in post conflict societies: Comparing post conflict Northern Ireland and post apartheid South Africa. Intervention Journal, 15, 254-263. [Internet]. Diakses pada13 Januari 2020. Tersedia pada http://doi:10.1097/WTF.000000000000 166

Havig, K., & Byers, L. 2019. Truth, reconciliation, and social work: A critical pathway to social justice and anti oppressive practice. Journal of Social Work Values and Ethics, 16(2), 70-80. [Internet]. Diakses pada 20 Maret 2020. Tersedia pada https://jswve.org/down load/fall_2019_volume_16_no 2/articles/70Truthreconciliationsocial work-16-2-Fall2019.pdf

Hayner, P. B. 2011. Unspeakable truths: Transitional justice and the challenge of truth commissions (2nd ed.). New York: Routledge. [Internet]. Diakses pada 23 Desember 2019. Tersedia pada https://www.mcgill.ca/isid/files /isid/priscilla_b._haynerunspeakable trutstransitibokzz.org.pdf

Hertog, K. 2017. The intrinsic interlinkage between peacebuilding and mental health and psychosocial support: The international association for human values model of integrated psychosocial peacebuilding. Journal Intervention, 15, 278-292. [Internet]. Diakses pada 20 Januari 2020. Tersedia pada http://doi:10.1097/WTF.000000000000 167

Ingabire, C. M., Kagoyire, G., Karangwa, D., Ingabire, N., Habarugira, N., Jansen, A., & Richters, A. 2017. Trauma informed restorative justice through community based sociotherapy in Rwanda. Intervention Journal, 15, 241 253. [Internet]. Diakses pada 19 Januari 2020. Tersedia pada http://doi:10.1097/WTF.000000000000 163

Kemendagri pertanyakan KKR Aceh. BBC News. 2013. [Internet]. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2019. Tersedia pada https://www.bbc.com/indonesia/berit_in onesia/2013/12/131227kemendagri pertanyakankkraceh

KKR Aceh ambil kesaksian korban pelanggaran HAM, KontraS beri data. Kanal Aceh. 2017. [Internet]. Diakses pada 23 Februari 2020. Tersedia pada https://www.kanalaceh.com/ 2017/11/30/kkr-aceh ambilkesaksiankorbanpelanggaranham kontrasberidata/

KKR Aceh mulai mendengarkan kesaksian korban dugaan pelanggaran HAM. 2018. BBC News. [Internet]. Diakses pada 14 Juni 2019. Tersedia pada https://www.bbc.com/indonesia/ indonesia46396048

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh. Pernyataan sikap rapat dengar kesaksian KKR Aceh tahun 2019 penghilangan orang: Kembalikan mereka, jangan terulang. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh. 2019. [Internet]. Diakses pada 25 Januari 2020. Tersedia pada https://kkr.acehprov.go.id/ pernyataansikrapatdengar kesaksiankkracehtahun2019penghilanga orangkembalikanmerekajanganterulang/

Lawry-White, M. 2015. The reparative effect of truth seeking in transitional justice. International and Comparative Law Quarterly, 64, 141-177. [Internet]. Diakses pada 22 Januari 2020. Tersedia pada http://doi:10.1017/S002058931 4000645

Leebaw, B. A. 2003. Legitimation or judgment? South Africa's restorative approach to transitional justice. Polity, 36(1), 23–51. [Internet]. Diakses pada 21 Januari 2020. Tersedia pada http://www.ictj.org/

Lorey, D. E., & Beezley, W. H. 2002. Genocide, collective violence, and popular memory:The politics of remembrance in the twentieth century. United States: Rowman & Littlefield. [Internet]. Diakses pada 16 Januari 2020. Tersedia pada https://journals.sagepub.com/doi/10.117 /0162243916658708

Mansfield, K. 2017. Strategies for trauma awareness and resilience programme: Experiental education towards resilience and trauma informed people and practice. Intervention Journal, 15, 264-277. [Internet]. Diakses pada 23 Maret 2020. Tersedia pada http://doi: 10.1097/WTF.0000000000000164

Mawhinney, E. B. 2015. Restoring justice: Lessons from truth and reconciliation in South Africa and Rwanda. Journal of Public Law and Policy, 36(2), 21- 52. [Internet]. Diakses pada tanggal 22 Januari 2020. Tersedia pada http://digital commons.hamline.edu/ jplp/vol36/iss2/2

Miles M. B., & Huberman, A. M., & Saldana, J. 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Source Book (3nd ed.). United States: Sage Publication.

Millar, G. 2015. Performative memory and re victimization: Truth-telling and provocation in Sierra Leone. Memory Studies, 8, 242-254. [Internet]. Diakses pada 21 Januari 2020. Tersedia pada http://doi:10.1177/1750698013519123

Minow, M. 1998. Between vengeance and forgiveness: Facing history after genocide and mass violence. Boston, MA: Beacon Press Books. [Internet]. Diakses pada 22 Januari 2020. Tersedia pada https://dash.harvard.edu/bitstream/ handl/1

Mutua, M. 2015. What is the future of transitional justice?. International Journal of Transitional Justice, 9, 1-9. [Internet]. Diakses pada 21 Januari 2020. Tersedia pada http://doi:10.1093/ ijtj/iju032

Papi, K. E. 2015. The role of transitional justice processes in building peace in Latin America. E International Relations, 1-12. [Internet] Diakses pada 18 Maret 2020. Tersedia pada https://www.eir.info/ 2015/01/23/the-role oftransitional-justice processes-in building peace-inlatin america/

Rokhideh, M. 2017. Peacebuilding and psychosocial intervention: The critical need to address everydaypost conflict experiencies in Northen Uganda. Intervention Journal, 15, 215-229. [Internet]. Diakses pada 13 Maret 2020. Tersedia pada http://doi:10.1097/ WTF.0000000000000161

Salih M., & Samarasinghe, G. 2017. Families of the missing in Sri Lanka: Psychosocial considerations in transitional justice mechanism. International Review of The Red Cross, 99, 497-517. [Internet]. Diakses pada 22 Maret 2020. Tersedia pada http:// doi:10.1017/S18163831 18000516

Tankink, M., & Bubenzer, F. 2017. Building sustainable peace through an integrated approach to peacebuilding and mental health and psychosocial support: A literature review. Intervention Journal, 15, 199-214. [Internet]. Diakses pada 22 Maret 2020. Tersedia pada http://doi: 10.1097/WTF.0000000000000165

Tankink, M., & Bubenzer, F. 2017. Introduction to special issue: Linking mental health and psychosocial support to peacebuilding in a integrated way. Intervention Journal, 15, 192-198. [Internet]. Diakses pada 23 Maret 2020. Tersedia pada http://doi:10.1097/ WTF.0000000000000160

Tankink, M., Bubenzer, F., & Walt, S. V. D. 2017. Achieving sustainable peace through an integrated approach to peacebuilding and mental health and psychosocial support: A review of current theory and practice. Institute for Justice and Reconciliation and the War Trauma Foundation. [Internet]. Diakses pada 22 Maret 2020. Tersedia pada https://www.ijr.org.za/portfolioitems/ac ieving-sustainablepeacethrough anintegrated-approach-topeacebuilding and-mental health andpsychosocial support/

Tepperman, J. D. 2002. Truth and concesquences. Foreign Affairs, 81, 12 145. [Internet]. Diakses pada 22 Maret 2020. Tersedia pada http://doi:10.1177/0010836712454273

TRC leaves deep scars on staff. Mail & Guardian. 1997. [Internet]. Diakses pada 12 Maret 2020. Tersedia pada https://mg.co.za/article/1997-12-12-trc leaves-deep scars on-staff

United Nations High Commissions for Human Rights. Rule of law tools for post conflict states (UNHCR Report 06/1). 2006. [Internet]. Diakses pada 22 Maret 2020. Tersedia pada https://www.ohchr.org/ Documents/Publication/Ruleoflaw TruthComission

Zairi, M. B. Selama tiga tahun, KKR Aceh sudah periksa 3.040 korban konflik. Serambi Indonesia. 2019. [Internet]. Diakses pada 21 Januari 2020. Tersedia pada https://aceh.tribunnews.com/2019/10/24 selama-tiga-tahun-kkracehsudah-periksa 3040-korbankonflik




DOI: https://doi.org/10.21831/socia.v18i1.37613

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Nailur Rahmah, Haiyun Nisa, Mirza Mirza, Zaujatul Amna

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

SOCIA is published by Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University in collaboration with HISPISI.

eISSN : 2549-9475    |     pISSN : 18295797

SOCIA is abstracting, indexing, and listing  in the following databases: 

                                


Suported by:

RJI Main logo

 

View My Stats