Analisis kemampuan berpikir kreatif dan minat belajar siswa dalam mengerjakan soal open ended dengan pendekatan CTL

Puput Wahyu Hidayat, Djamilah Bondan Widjajanti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori dan aspek kemampuan berpikir kreatif dan minat belajar siswa, peningkatan minat belajar, dan menganalisis pembelajaran yang lebih baik antara pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan soal open ended dan pendekatan CTL ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif dan minat belajar siswa SMP. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia, dan diambil secara acak dua kelas sebagai sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data meng­gunakan tes dan angket. Untuk meng­analisis kategori dan aspek kemampuan berpikir kreatif dan minat belajar digunakan analisis descriptives statistic, untuk menganalisis peningkatan minat belajar digu­nakan uji t-Paired pada taraf signifikansi 5%. Selanjutnya, untuk membandingkan pembelajaran yang lebih baik antara pendekatan CTL menggunakan soal open ended dengan pendekatan CTL, data diana­lisis dengan menggunakan MANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji t independent untuk menentukan pendekatan yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kemampuan berpikir kreatif pada kelas CTL dengan  open ended berada pada kategori tinggi, pada kelas CTL berada pada kategori sedang, untuk kategori minat belajar, siswa di kedua kelas berada pada kategori tinggi, kategori aspek kemampuan berpikir kreatif untuk kedua kelas memiliki presentase tertinggi pada aspek kelancaran, minat belajar siswa untuk kedua kelas meningkat secara signifikan, dan pendekatan CTL menggunakan soal open ended lebih baik daripada pendekatan CTL ditinjau dari aspek kemampuan berpikir kreatif siswa, sedangkan pendekatan CTL menggunakan soal open ended tidak lebih baik daripada pendekatan CTL ditinjau dari minat belajar siswa.

 

An analysis of creative thinking ability and learning interest of students of junior high school in solving open ended problem with CTL approach

 

Abstract

This research aimed to analyze the categories and aspects of creative thinking ability and in student learning interest, the increase of students learning interest, and the better learning between CTL approach using open ended questions with CTL approach in terms of the ability to think creatively and interest in learning of students of Junior High School. This research was a quasi-experimental research with pretest-posttest non-equivalent comparison-group design. The research population comprised all year VIII students of SMP Negeri 1 Miri, Sragen Regency, Indonesia. From the population, two classes were randomly selected as the research sample. The instruments used were in the form of creative thinking ability tests and questionnaires for students’ interest in learning mathematics. To analyze the categories and aspects of creative thinking abilities and interest in learning, descriptives statistical analysis was used, to analyze the increase of students’ interest, the data were analyzed using paired t-test at 5% significance level. As for comparing better learning between CTL approach using open ended questions with CTL approach, the data were analyzed using MANOVA followed by t-test independent to determine which approach was better. The results showed that the category of creative thinking abilities in the classroom CTL using open ended questions in the high category, while in the CTL approach class was in middle category, for the category of interest in learning, either with CTL approach using open ended questions or as with the CTL approach, students were of the high category, categories of creative thinking abilities, for both classes have the highest percentage on the aspect of smoothness, by providing CTL approach with open ended questions and CTL approach, students’ interest increased significantly and CTL approach with open ended questions was better than CTL approach in terms of students' ability to think creatively, and CTL approach with open ended questions was not better than CTL approach in terms of student interest.


Keywords


pendekatan CTL; soal open ended; kemampuan berpikir kreatif; minat belajar; creative thinking ability; learning interest

Full Text:

FULLTEXT PDF

References


Alter, F. (2010). Using the visual arts to harness creativity. The University of Melbourne E-Journal, 1(5), 1-14.

Azizah, Y. N. (2013). Pengembangan dan anali­sis soal tes open-ended problem dalam mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi minyak bumi. Skipsi Sarjana tidak diterbitkan. Bandung: Uni­versitas Pendidikan Indonesia.

Becker, J. P. & Shimada, S (2005). The open-ended approach: A new proposal for tea­ching mathematics. Reston, VA: National Council of Theachers of Mathematics.

Dewey, J. (1916). Democracy and Education: An Introduction to the Philosophy of educa­tion. New York, NY: Macmillan Com­pany.

Dwijanto, D. (2007). Pengaruh pembelajaran berbasis masalah berbantuan komputer terhadap pencapaian kemampuan peme­cahan masalah dan berpikir kreatif mate­matik mahasiswa. Disertasi Doctoral tidak diterbitkan. Bandung: Univeritas Pendi­dikan Indonesia.

Fadilah, A. (2014). Analisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam proses belajar biologi di kelas XI IPA SMA Negeri 5 Kota Jambi. Skripsi Sarjana tidak diterbitkan. Jambi: Universitas Jambi.

Fauzan, A. (2002). Applying mathematics educa­tion (RME) in teaching geometry in Indonesia primary schools. Tesis Master tidak diterbitkan. Dutch, Netherland: University of Twente

Gable, R. K. (1986). Instrument development in the affective domain. Boston, MA: Kluwer Publishing.

Hancock, C. L. (1995). Enhancing mathematics learning with open-ended questions. Assessment Standars for School Mathe­matics, 86(9), 96-99.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Johnson, B., & Cristensen, L. (2014). Educa­tional research: Quantitative, qualitative, and mixed approaches. (3rd ed.). London: SAGE Publications.

Johnson, E., B. (2011). CTL menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikkan dan bermakna (Terjemahkan A. Chaedar Alwasilah). Thinking strategies for the inquiry classroom. Australia: Education Services Australia.

Kruse, D. (2009). Thinking strategies for the inquiry classroom. Carlton South, Victoria: Australia Curriculum Corpo­ra­tion.

Mahmudi, A. (2010). Mengukur kemampuan berpikir kreatif matematis. Makalah disa­jikan dalam pada Konferensi Nasional Matematika XV UNIMA Manado.

Meador, K. S. (1997). Creative thinking and problem solving for young learners. Englewood Cliff, NJ: Greenwood Publishing.

Maite, G., & Laura, B. (2011). Effect of a play program on creative thingking of preschool children. Journal of Psychology, 14(2), 608-618.

Muijs, D. & Reynolds, D. (2005). Effective teaching, teori & aplikasi (edisi 2) (Terjemahan Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Munandar, U. (2012). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Narendrati, N. (2017). Komparasi pembelajaran statistika melalui pendekatan CTL dan problem posing ditinjau dari prestasi belajar dan minat belajar matematika. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4(1), 67-77. doi: 10.21831/jrpm.v4i1.12723

Narohita, G. A. (2010). Pengaruh penerapan pendekatan kontekstual terhadap kemam­puan pemecahan masalah matematika pa­da siswa sekolah menengah pertama. JIPP, Edisi Juni, 1436-1449.

Park, H. (2003). The effects of divergent production activities with math inquiry and think aloud of students with math diffi­culty. Doctoral dissertation, Texas A & M University. Texas A & M University.

Pehkonen, E. (2013). The state of art in mathe­matical creativity. International Reviews on Mathematical Education (ZDM), 29(3), 63-67.

Reynolds, C. R., Livingstone, R. B., & Willson, V. (2010). Measurement and assessment in education. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Safari, S. (2005). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Setiana, D., & Jailani, J. (2013). Komparasi metode CTL dan open-ended dengan gaya belajar ditinjau dari prestasi dan minat belajar. PYTHAGORAS: Jurnal Pendi­dikan Matematika, 8(2), 135-145. doi: 10.21831/pg.v8i2.8939

Singer, K. (1987). Membina hasrat belajar di rumah (Terjemahan Bregman Sitorus). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Siswono, T. Y. E (2007). Penjenjangan kemam­puan berpikir kreatif dan identifikasi tahap berpikir kreatif siswa dalam memecahkan dan mengajukan masalah matematika. Disertasi Doktor tidak diterbitkan. Sura­baya: Universitas Negeri Surabaya.

Slameto, S. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Stevens, J. P. (2009). Applied multivariate statistics for the social sciences. New York, NY: Taylor and Francis Group.

Suherman, E. (2008). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: JICA Universitas Pendidikan Indonesia

Syaefudin, U. (2009). Inovasi pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Takahashi, A. (2008). Communication as process for students to learn mathematical. Retrieved from http://www.criced. tsukuba.ac.jp/math/apc/apec2008/papers/PDF/14.Akihiko_Takahashi_USA.pdf. [27 Desember 2013].

Walpole, R. E. (1995). Pengantar statistika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winkel, W. S. (1996). Psikologi pengajaran. Jakarta: Gramedia.

Zulkarnain, M., Kamariah, M. N., & Kamaruddin. (2009). Implementation of Contextual System in Mathematics Course. Jurnal. Proceeding of 9th Annual SEAAIR Conference, Malaysia




DOI: https://doi.org/10.21831/pg.v13i1.21167

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika indexed by:


Creative Commons License Pythagoras is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at http://journal.uny.ac.id/index.php/pythagoras.

All rights reserved p-ISSN: 1978-4538 | e-ISSN: 2527-421X

Visitor Number:

View Pythagoras Stats