KUE LAPIS BERAS DENGAN SUBSTITUSI BIT, WORTEL, DAN BAYAM SEBAGAI DESSERT SUMBER ZAT BESI
Abstract
Anemia pada remaja masih menjadi salah satu masalah gizi yang berkaitan dengan rendahnya asupan zat besi. Bit dan bayam merupakan sumber zat besi nabati, sedangkan wortel berperan dalam membantu penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik Lapissa (kue lapis beras dengan substitusi ekstrak bit, wortel, dan bayam), mengetahui tingkat kesukaan konsumen, menghitung harga jual dan Break Even Point, serta menyusun Business Model Canvas. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model 4D (define, design, develop, dan disseminate). Uji tingkat kesukaan dilakukan terhadap 80 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 1–5. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik diperoleh pada substitusi ekstrak sayuran sebesar 50% dengan penambahan serbuk jelly untuk memperbaiki tekstur. Produk Lapissa memperoleh nilai kesukaan yang lebih tinggi dibandingkan produk acuan pada seluruh atribut sensoris dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Harga jual produk ditetapkan sebesar Rp9.500 per kemasan dengan nilai Break Even Point 107 unit.