SMART CULINARY TOURISM: TINJAUAN LITERATUR TEKNOLOGI DIGITAL DALAM WISATA GASTRONOMI
Abstract
Transformasi digital telah memperluas wisata kuliner dari pengalaman konsumsi makanan di destinasi menjadi ekosistem pengalaman yang dimediasi teknologi. Kajian ini bertujuan mensintesis perkembangan konsep smart culinary tourism, teknologi yang digunakan, pengaruhnya terhadap perilaku dan pengalaman wisatawan, serta kesenjangan penelitian yang masih terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah sumber-sumber yang telah dihimpun pada kajian awal penulis. Dokumen kajian memuat 23 referensi yang dapat ditelusuri pada daftar pustaka, meskipun ringkasan awal menyebut 30 studi; oleh karena itu, sintesis artikel ini dibatasi pada referensi yang terdokumentasi. Literatur dianalisis secara tematik berdasarkan landasan teori, jenis teknologi, metode penelitian, dampak terhadap wisatawan, pelestarian budaya, resiliensi, dan tantangan implementasi. Hasil menunjukkan bahwa kecerdasan buatan, live streaming, media sosial, realitas virtual, aplikasi seluler, sistem rekomendasi, dan crowdsourcing meningkatkan akses informasi, personalisasi, keterlibatan, niat berkunjung, dan memorabilitas pengalaman kuliner. Namun, kesenjangan literasi digital, risiko komodifikasi budaya, privasi data, bias algoritmik, serta minimnya pengukuran keberlanjutan masih menjadi persoalan penting. Kajian ini menyimpulkan bahwa smart culinary tourism perlu dipahami bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi sebagai integrasi teknologi, pengalaman gastronomi, budaya lokal, dan tata kelola destinasi. Direkomendasikan agar riset berikutnya menguji model integratif secara lintas budaya dan longitudinal dengan indikator keberlanjutan yang lebih kuat.