ELIMINASI OVERPROCESSING WASTE MELALUI VALUE STREAM MAPPING DAN PROCESS ACTIVITY MAPPING PADA INDUSTRI ALUMINIUM: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS
Abstract
Persaingan industri manufaktur yang semakin ketat menuntut penerapan strategi peningkatan efisiensi operasional secara sistematis, salah satunya melalui pendekatan lean manufacturing. Overprocessing waste merupakan salah satu jenis pemborosan yang berdampak signifikan terhadap efisiensi produksi, namun belum banyak dikaji secara khusus pada industri aluminium. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana integrasi Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) mengungkap akar penyebab overprocessing waste serta dampaknya terhadap Process Cycle Efficiency (PCE), dan bagaimana perancangan future state map berbasis lean manufacturing dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis yang mengadaptasi pendekatan Okoli, terdiri dari tahap perencanaan, seleksi, ekstraksi, dan eksekusi. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar, ScienceDirect, dan Sage Journal pada rentang tahun 2018 hingga 2026, menghasilkan 23 artikel terpilih yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Lean tersebar pada tiga kategori sektor industri, yaitu manufaktur skala besar berbasis make-to-order, UMKM dan industri kreatif, serta sektor non-konvensional seperti pertambangan dan jasa pemeliharaan. Integrasi VSM dan PAM terbukti secara konsisten mengungkap akar penyebab waste didominasi oleh waiting, transportation, dan aktivitas non-value adding sekaligus meningkatkan PCE dan menurunkan lead time di berbagai sektor, dengan peningkatan PCE tertinggi ditemukan pada industri pertambangan batubara, dari 11,98% menjadi 52,34%. Studi ini merekomendasikan penerapan integrasi VSM dan PAM sebagai strategi perbaikan berbasis lean manufacturing pada industri aluminium untuk mengeliminasi overprocessing waste dan meningkatkan daya saing produksi.