ES GELUBI (ES GEMPOL LABU KUNING DAN UBI UNGU): INOVASI MINUMAN NUSANTARA KAYA ANTIOKSIDAN

Authors

  • Ninda Dewi Purwati Universitas Negeri Yogyakarta
  • Nani Ratnaningsih Universitas Negeri Yogyakarta

Abstract

Paparan radikal bebas secara berlebihan memicu stres ooksidatif yang dapat merusak sel tubuh, sehingga diperlukan asupan antioksidan alamiu dari bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan Es Gelubi sebagai inovasi  minuman tradisional Nusantara dengan substitusi labu kuning dan ubi  ungu yang kaya antioksidan. Penelitian ini juga dilakukan untuk menentukan konsep penyajian dan kemasanan, me ganalisis tingkat kesukaan konsumen, menetapkan harga jual dan titik impas serta merancang model bisnis menggunakan Business Model Canvas. Penelitian ini mengunnakan metode Research and Development dengan model pengembangan 4D yaitu  define, design, develop, dan disseminate. Resep acuan terbbaik dipilih memalui uji sensoris oleh lima panelis terlatih. Kemudian dikembangkan dengan subtitusi labu kuning pada komponen gempol dan ubi ungu pada pleret dengan tingkat prsentase masing-masing 60%. Formulasi terpilih kemudian duji oleh 80 panelis tidka terlatih menggunakan skal hedonik  1–5 dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi pada seluruh aspek sensoris dibandingan produk acuan dengan nilai signifikansi p<0,05. Biaya produksi per kemasan sebesar Rp 5.313 dengan harga jual diteteapkan Rp 6.500, dan titik impas tercapai pada penjualan 23 kemasan. Produk Es Gelubi direkomendasikan untuk dikemabangkan lebih lanjut sebagai minuman fungsional berbasis bahan pangan lokal yang berpotensi dipasarkab secara llebih luas kepada konsumen modern yang peduli terhadap  kesehatan.

Downloads

Published

2026-10-30

How to Cite

[1]
Purwati, N.D. and Ratnaningsih, N. 2026. ES GELUBI (ES GEMPOL LABU KUNING DAN UBI UNGU): INOVASI MINUMAN NUSANTARA KAYA ANTIOKSIDAN. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana. 21, 1 (Oct. 2026).