EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM BLOK PADA MATA PELAJARAN PEMBUATAN BUSANA DI SMK NEGERI 6 YOGYAKARTA
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran menggunakan sistem blok dalam mata pelajaran Pembuatan Busana di SMK Negeri 6 Yogyakarta berdasarkan empat komponen evaluasi, yaitu context, input, process, dan product. Penelitian menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif serta menerapkan model CIPP sebagai kerangka analisis. Sumber data penelitian meliputi 105 peserta didik kelas XI Tata Busana, seorang Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, serta tiga guru pengampu mata pelajaran Pembuatan Busana. Pengumpulan informasi dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya diolah menggunakan teknik statistik deskriptif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa komponen context berada dalam klasifikasi baik, dengan skor rata-rata 34,31 dari 44 untuk kesesuaian penerapan sistem blok terhadap Kurikulum Merdeka dan 8,85 dari 12 untuk tujuan penerapannya. Pada komponen input, kategori baik ditunjukkan melalui kesesuaian latar belakang pendidik dengan standar yang berlaku, skor rata-rata minat belajar peserta didik sebesar 18,88 dari 24, serta penilaian sarana dan prasarana sebesar 20,52 dari 28. Komponen process juga termasuk kategori baik, dengan skor rata-rata 26,71 dari 40 pada aspek hambatan belajar dan 24,07 dari 32 pada pelaksanaan pembelajaran berbasis sistem blok. Sementara itu, komponen product memperoleh kategori baik berdasarkan skor rata-rata hasil belajar dan ketercapaian kompetensi sebesar 15,32 dari 20. Hasil evaluasi secara menyeluruh menunjukkan bahwa penerapan sistem blok dalam pembelajaran Pembuatan Busana di SMK Negeri 6 Yogyakarta termasuk dalam kategori baik. Oleh karena itu, sekolah perlu menjaga konsistensi pelaksanaannya sekaligus melakukan pemantauan hasil belajar secara berkala, meningkatkan efektivitas penggunaan fasilitas pembelajaran, serta mengupayakan penyelesaian berbagai kendala yang muncul selama proses pembelajaran agar penguasaan kompetensi peserta didik dapat terus berkembang.