PELATIHAN KEYCHAIN RESIN BERBASIS TRI N DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN SISWA
Abstract
Pembelajaran prakarya di sekolah menengah pertama memiliki peran strategis dalam menumbuhkembangkan potensi kreativitas dan kepekaan estetika peserta didik seiring dengan pesatnya perkembangan industri kriya kontemporer. Salah satu produk kriya modern yang saat ini menjadi tren populer dan digandrungi kalangan remaja adalah keychain resin, yang memiliki nilai keindahan visual tinggi serta prospek ekonomi kreatif yang menjanjikan, namun menuntut kecakapan teknik khusus dalam proses formulasinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkaya kompetensi vokasional, daya cipta, dan kemandirian siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Kertek Wonosobo melalui pelatihan pembuatan keychain resin dengan pendekatan pedagogi Tri N dari Ki Hadjar Dewantara (Niteni, Nirokake, Nambahi). Metode pelaksanaan berbasis aksi partisipatif (Participatory Action Learning) yang diikuti oleh 32 peserta didik, diorganisasikan melalui tiga alur pembelajaran: mencermati teknik pencampuran dan keselamatan kerja (Niteni), mempraktikkan proses penuangan resin secara presisi (Nirokake), serta mengelaborasi desain warna dan ornamen unik (Nambahi). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta didik berhasil memproduksi kriya gantungan kunci resin fungsional dengan variasi gradasi dan tata letak ornamen artistik. Pendekatan Tri N terbukti efektif membangun kemandirian berkarya dan memfasilitasi keberanian bereksplorasi estetis peserta didik. Direkomendasikan bagi sekolah untuk mengembangkan modul keterampilan resin ini sebagai materi pengayaan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler kewirausahaan kreatif berbasis sekolah guna membekali kecakapan hidup aplikatif siswa sejak dini.