PENGEMBANGAN MACARON SUBTITUSI TEPUNG SORGUM DAN BIT SEBAGAI SNACK PENCEGAH ANEMIA UNTUK REMAJA PUTRI
Abstract
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dan memerlukan inovasi produk pangan fungsional pencegah anemia, salah satunya melalui pemanfaatan bit dan sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik serta menguji tingkat kesukaan remaja terhadap macaron substitusi tepung sorgum dan tepung bit sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (define, design, develop, disseminate). Pengambilan sampel pada tahap disseminate melibatkan 80 panelis tidak terlatih melalui uji organoleptik menggunakan instrumen skala hedonik 1–5. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik macaron pengembangan terdiri dari substitusi 40% tepung sorgum dan 30% tepung bit dengan penambahan 5 gram putih telur dan10 gram pewarna merah bubuk. Hasil uji organoleptik menghasilkan nilai p-value untuk warna (0,03), aroma (0,02), rasa (0,46), tekstur (0,49), dan keseluruhan (0,09). Parameter warna dan aroma menunjukkan perbedaan kesukaan yang signifikan (p < 0,05) dengan nilai mean produk pengembangan lebih unggul (warna 4,63; aroma 4,54) dibandingkan produk acuan (warna 4,34; aroma 4,31). Sementara itu, parameter rasa, tekstur, dan keseluruhan tidak menunjukkan perbedaan nyata (p>0,05). Dapat disimpulkan, macaron pengembangan memiliki karakteristik penampilan luar yang lebih unggul serta kualitas rasa dan tekstur yang setara dengan produk acuan sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Produk macaron substitusi ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif camilan sehat yang praktis bagi remaja putri guna membantu mencegah risiko anemia.