PEMANFAATAN TEPUNG BAYAM MERAH PADA PEMBUATAN SOES KERING
Abstract
Bayam merah merupakan salah satu bahan pangan lokal yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan produk pangan inovatif, namun pemanfaatannya masih terbatas dan daya simpannya relatif rendah. Di sisi lain, soes kering merupakan camilan yang banyak digemari masyarakat, tetapi pengembangannya dengan penambahan bahan pangan berbasis sayuran masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk SOMERA (Soes Kering Bayam Merah), menentukan formulasi terbaik, mengetahui tingkat kesukaan konsumen, serta menentukan harga jual dan break-even point (BEP) produk. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pada tahap Design, dilakukan pengembangan formulasi dengan substitusi tepung bayam merah sebesar 10%, 15%, dan 20%. Formulasi terbaik kemudian divalidasi oleh panelis semi terlatih dan panelis ahli sebelum diuji kepada 80 panelis tidak terlatih menggunakan instrumen uji kesukaan dengan skala hedonik 1–5. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik diperoleh pada substitusi tepung bayam merah sebesar 15%. Produk SOMERA memperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,45 yang termasuk dalam kategori suka. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada atribut penampilan dan tekstur antara produk acuan dan produk pengembangan. Berdasarkan hasil penelitian, SOMERA memiliki tingkat penerimaan yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai camilan inovatif berbasis tepung bayam merah. Oleh karena itu, produk SOMERA direkomendasikan untuk dikembangkan lebih lanjut dan dipasarkan kepada masyarakat.