PENGEMBANGAN BAGELEN SUBSTITUSI DAUN KELOR SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL BAGI IBU MENYUSUI
Abstract
Ibu yang menyusui perlu makanan bergizi yang cukup untuk membantu produksi ASI, menjaga kesehatan ibu, serta memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, masih banyak ibu yang menyusui mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka, seperti mengalami anemia, konsumsi makanan yang tidak seimbang, serta produksi ASI yang belum mencukupi. Daun kelor atau Moringa oleifera memiliki kandungan protein, zat besi, kalsium, vitamin, serta senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai galaktagog alami. Di sisi lain, bagelen yang merupakan roti kering tradisional memiliki keunggulan seperti daya simpan yang baik, praktis, dan mudah diterima oleh konsumen, sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi pangan fungsional khusus untuk ibu menyusui. Penelitian ini ingin mencari campuran yang paling baik dan tingkat keenakan terhadap bagelen yang menggunakan daun kelor sebagai bahan makanan fungsional untuk ibu yang menyusui. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan pendekatan 4D, yaitu tahap mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Tahap define dilakukan untuk menentukan formula dasar bagelen, tahap design untuk membuat beberapa variasi formula dengan mengganti daun kelor, tahap develop untuk memastikan kualitas produk, dan tahap disseminate untuk mengevaluasi penilaian dari para panelis. Penelitian menunjukkan bahwa bagelen yang menggunakan daun kelor memiliki rasa dan tekstur yang baik serta layak dikembangkan sebagai makanan fungsional. Jadi, bagelen substitusi daun kelor bisa jadi pilihan makanan tambahan yang mudah digunakan, bermanfaat, dan mungkin bisa membantu ibu menyusui dalam memenuhi kebutuhan gizi serta mendukung kelancaran produksi ASI.