CUCURCAROTA: PUDING LUMUT WORTEL LABU KUNING KAYA VITAMIN A UNTUK GENERASI Z
Abstract
Ketergantungan Generasi Z terhadap teknologi dan penggunaan gadget yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mata, terutama apabila tidak diimbangi dengan asupan vitamin A yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk Puding Lumut CucurCarota berbahan dasar wortel dan labu kuning, menentukan penyajian dan kemasan, mengetahui tingkat kesukaan konsumen, menentukan harga jual dan Break Even Point (BEP), serta menganalisis Business Model Canvas (BMC). Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Produk dikembangkan melalui modifikasi puding lumut dengan penambahan ekstrak wortel dan puree labu kuning pada beberapa variasi konsentrasi. Data diperoleh melalui penilaian sensori dan uji kesukaan oleh panelis terlatih maupun tidak terlatih, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi optimal menghasilkan puding dengan warna menarik, tekstur lembut, cita rasa manis yang disukai, dan tingkat penerimaan konsumen yang tinggi. Produk dipasarkan dengan harga Rp3.000 per cup berukuran 60 ml dan menunjukkan prospek pasar yang cukup menjanjikan berdasarkan analisis Business Model Canvas. Puding Lumut CucurCarota dinilai layak dikembangkan sebagai camilan inovatif kaya vitamin A yang praktis dan atraktif, serta berpotensi menjadi alternatif pangan fungsional untuk membantu memenuhi kebutuhan asupan vitamin A Generasi Z.