Evaluasi Belajar Pelatihan Pemandu Wisata Gunung di Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia

Authors

  • Rahman Mukhlis Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Hiryanto Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21831/diklus.v9i1.86162

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi belajar pelatihan pemandu wisata gunung di Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia. Evaluasi difokuskan kepada hasil belajar yang didapatkan peserta saat mengikuti pelatihan pemandu wisata gunung dengan membandingkan hasil pre test dan post test. Evaluasi belajar merupakan evaluasi tahap kedua dalam model evaluasi Kirkpatrick. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya kompetensi pemandu wisata gunung yang ditandai dengan meningkatnya nilai 22 orang peserta dari 30 peserta dengan peningkatan rata-rata kenaikan nilai pengetahuan peserta pelatihan sebesar 10,27 dari nilai pre test 52,40 (D/kurang) menjadi nilai post test 62,67 (C/cukup) . Namun, ditemukan beberapa catatan evaluasi pelatihan yaitu modul pelatihan yang tidak terstruktur, kurang efektifnya peran instruktur dalam mengelola kegiatan pembelajaran serta kurangnya motivasi dan partisipasi peserta pelatihan. Evaluasi ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia dalam menyelenggarakan program pelatihan pemandu wisata gunung yang berkualitas.

Kata Kunci: evaluasi pelatihan, pemandu wisata gunung, APGI, pelatihan berbasis kompetensi, Kirkpatrick

 

Evaluation of Mountain Tour Guide Training at the Indonesian Mountain Guide Association

 

Abstract

This study aims to determine the learning evaluation of mountain   guide training  at the Indonesian Mountain Guide Association. The evaluation focuses on the learning outcomes obtained by participants when participating in mountain guide training by comparing the results of the pre-test and post-test. Learning evaluation is the second stage of evaluation in the Kirkpatrick evaluation model. The approach in this study uses a qualitative approach. The technique in data collection uses interview techniques, observation and documentation. Data analysis is carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation and data conclusions. The results of the study showed that the increase in the competence of mountain tour guides was marked by an increase in the scores of 22 participants out of 30 participants with an average increase in the knowledge score of training participants of 10.27 from a pre-test score of 52.40 (D/less) to a post-test score of 62.67 (C/sufficient). However, several notes were found in the training evaluation, namely unstructured training modules, the ineffective role of instructors in managing learning activities and the lack of motivation and participation of training participants. This evaluation is expected to be a recommendation for the Indonesian Mountain Guide Association in organizing quality mountain tour guide training programs.

Keywords: training evaluation, mountain tour guide, APGI, competency-based training, Kirkpatrick

Author Biography

Rahman Mukhlis, Universitas Negeri Yogyakarta

Praktisi Pendidikan Non Formal

Downloads

Published

2025-03-30

How to Cite

[1]
Mukhlis, R. and Hiryanto 2025. Evaluasi Belajar Pelatihan Pemandu Wisata Gunung di Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia. Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah. 9, 1 (Mar. 2025), 94–104. DOI:https://doi.org/10.21831/diklus.v9i1.86162.

Issue

Section

Articles

Citation Check