Edukasi pelestarian sumberdaya dan lingkungan pantai pada nelayan perikanan bagan

Sulistiono Sulistiono, Zulkarnaen Zulkarnaen, Thomas Nugroho

Abstract


Perikanan bagan merupakan salah satu pekerjaan yang umum dilakukan masyarakat Desa Saramaake, Halmahera Timur. Kegiatan edukasi pelestarian sumberdaya dan lingkungan pantai ini dilaksanakan pada Juni, Agustus, September dan Desember 2018, bertujuan untuk memberikan edukasi pemahaman tentang pelestarian sumberdaya dan lingkungan pantai di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi dan monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan merupakan nelayan dan istri nelayan yang merupakan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau Koperasi.  Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain penyuluhan tentang perikanan bagan (Agustus), penyuluhan tentang konservasi lingkungan dan sumberdaya (Juni), dan kegiatan monitoring dan evaluasi (September, Desember 2018). Dari hasil kegiatan dapat diketahui bahwa secara umum masyarakat nelayan telah mengetahui dan mengimplementasikan kegiatan perikanan yang baik, dan menjaga kondisi lingkungannya dengan lebih baik, dengan tidak membuang sampah di laut, tidak melakukan penebangan hutan pantai, tidak mengubur ikan by catch di pantai, dan mengingatkan pada sesama nelayan, keluarga dan aparat pemerintah untuk tetap menjaga lingkungan laut.

 

Education on the environmental and resource conservations of the lift-net fishermen

 

Abstract

Lift-net fisheries is a commonly job of the coastal community at Saramaake Village, East Halmahera. This education activity on environmental and resource conservations was done on June, August, September and December 2018, aimed to educate resource and environment conservation in the village.  Methods used in this activity were survey in the fied, discussion and filling in the questionnaire form. Objects of the activity were fisherman and their wives who were member of the Common Business Group (KUB-Indonesian) and Cooperative (Koperasi-Indonesian).  A number of activities were carried out to educate the fisherman community such as extension on the lift net fisheries, extension on the resource and environmental conservation, and monitoring and evaluation.  The community commonly knew and implemented a good fishing activity and  environmental and resource care better such as no drop garbage to the sea, no using the sea for toilet, no cutting mangrove tree, no burying by catch in coastal area, encouraging to families, fishermen and village officials to keep the sea better.


Keywords


Edukasi; pelestarian; lingkungan; Desa Saramaake; Halmahera Timur

Full Text:

FULLTEXT PDF

References


Ahimsa-Putra, H. S. (1994). Antropologi ekologi: Beberapa teori dan perkembangannya. Jakarta: Masyarakat Indonesia.

Arifin, S. (2005). Strategi untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh gempa dan gelombang tsunami. Jurnal Arsitektur “ATRIUM, 2(1), 28–33.

Azhari, S. (1997). Etika lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kedudayaan.

Bengen, D. G. (2001). Pedoman teknis pengenalan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Bogor: Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan–Institut Pertanian Bogor.

Budi, F. S., Herawati, D., Purnomo, J., Sehabudin, U., Sulistiono, S., & Nugroho, T. (2017). Peningkatan kualitas dan diversifikasi produk ikan teri untuk pemberdayaan masyarakat di Desa Saramaake, Halmahera Timur. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 89–99.

Budi, F. S., Purnomo, J., Sulistiono, S., Darmanto, D., & Arisyono, A. (2018). Pengembangan produk ikan teri dan sertifikasinya dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Desa Saramaake, Halmahera Timur, Maluku Utara. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 143–155. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.4.2.143-155

Darmansah, A., Sulistiono, S., Nugroho, T., & Supriyono, E. (2016a). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budi daya ikan lele di Desa Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 8. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.2.1.8-16

Darmansah, A., Sulistiono, S., Nugroho, T., & Supriyono, E. (2016b). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan polikultur bandeng dan udang di Desa Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 92. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.2.2.92-99

Durand, L., & Vázquez, L. B. (2011). Biodiversity conservation discourses. A case study on scientists and government authorities in Sierra de Huautla Biosphere Reserve, Mexico. Land Use Policy, 28(1), 76–82. https://doi.org/10.1016/J.LANDUSEPOL.2010.04.009

Gumilar, I. (2012). Partisipasi masyarakat pesisir dalam pengelolaan ekosistem hutan mangrove berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. Jurnal Akuatika, 3(2). Retrieved from http://jurnal.unpad.ac.id/akuatika/article/view/1623

Harris, P. G. (2006). Environmental perspectives and behavior in China. Environment and Behavior, 38(1), 5–21. https://doi.org/10.1177/0013916505280087

Hastuti, H. (2012). Wilayah pesisir dan fenomena-fenomena yang terjadi di pantai. Makasar: Universitas Hassanudin.

Hiariey, L. S., & Romeon, N. R. (2013). Peran serta masyarakat pemanfaat pesisir dalam pengelolaan wilayah pesisir teluk Ambon Dalam. Jurnal Matematika Sains Dan Teknologi, 14(1), 48–61. Retrieved from http://jurnal.ut.ac.id/index.php/JMST/article/view/406

Idris, I. (2001). Kebijakan Pengelolaan Pesisir Terpadu di Indonesia. Jakarta: Pusat Riset Teknologi Kelautan. Badan Riset Kelautan Dan Perikanan.

Insani, M. T. S., Kadir, I., Utomo, N. B. P., Afandi, R., Sulistiono, S., Nugroho, T., … Manan, H. (2017). Pengembangan budidaya ikan kerapu bebek (Chromileptes altivelis) di Pulau Gebe, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 24. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.3.1.24-33

Ma’arif, R., Zulkarnain, Z., Nugroho, T., & Sulistiono, S. (2016). Pemberdayaan masyarakat nelayan melalui pengembangan perikanan tangkap di Desa Majakerta, Indramayu, Jawa Barat. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 17. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.2.1.17-24

Nugroho, M. (2015). Pemberdayaan masyarakat nelayan di Kabupaten Pasuruan: Kajian pengembangan model pemberdayaan sumberdaya manusia di wilayah pesisir pantai. TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi Dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 6(1). Retrieved from https://jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/Teknologi-Pangan/article/view/464

Primyastanto, M., Dewi, R. P., & Susilo, E. (2010). Perilaku perusakan lingkungan masyarakat pesisir dalam perspektif Islam (Studi kasus pada nelayan dan pedagang ikan di kawasan pantai tambak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar Jawa Timur). Jurnal Pembangunan Dan Alam Lestari, 1(1). Retrieved from https://jpal.ub.ac.id/index.php/jpal/article/view/99

Sehabudin, U., Budi, F. S., Herawati, D., Purnomo, J., & Sulistiono, S. (2017). Inisiasi pengembangan pemasaran ikan teri (stolephorus spp.) dan pembentukan kelembagaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di Desa Saramaake, Halmahera Timur. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 60. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.3.1.60-70

Sipahelut, M. (2010). Analisis pemberdayaan masyarakat nelayan di Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. IPB (Bogor Agricultural University). Retrieved from https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46703

Suharto, E. (2005). Membangun masyarakat, memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sulistiono, S., Priyanto, R., Saharudin, S., Adiwirman, A., Syah, D., Setiono, D. J., & Zulkarnaen, Z. (2012). Pengembangan perikanan, pertanian, peternakan, pengolahan pangan, kelembagaan dan pemasaran di Pulau Gebe (Vol. 192). Bogor.

Sulistiono, S., Priyanto, R., Sunarminato, T., Sumarti, T., Syah, D., Priyambodo, S., … Herawati, D. (2015). Program pemberdayaan ekonomi masyarakat Kecamatan Pulau Gebe. Bogor.

Sulistiono, S., S, B. F., Herawati, D., Purnomo, J., Sehabudin, U., & Nugroho, T. (2017). Pengelolaan pemberdayaan masyarakat pantai (melalui upaya peningkatan kualitas hasil tangkap dan inisiasi pengembangan pemasaran ikan teri (Stolephorus spp) di Saramaake, Halmahera Timur, Maluku Utara): pemetaan kebutuhan, program dan evaluasi.

Suryati, S. (2018). Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir (PEMP) melalui fortifikasi garam dan pemasarannya di Keruak Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA Dan Pendidikan MIPA, 2(1), 55–70. https://doi.org/10.21831/jpmmp.v2i1.18868

Vatria, B. (2010). Berbagai kegiatan manusia yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi ekosistem pantai serta dampak yang ditimbulkannya. Kumpulan E-Journal Belian, 9(1). Retrieved from http://repository.polnep.ac.id/xmlui/handle/123456789/151

Yanti, D., & Permata, D. A. (2016). Pemberdayaan masyarakat tani melalui pengembangan produk olahan ikan di Nagari Tarung-tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 73. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.2.2.73-80.




DOI: https://doi.org/10.21831/jppm.v5i2.20716

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) indexed by:

 
Creative Commons License
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) by http://journal.uny.ac.id/index.php/jppm/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats