Apakah Kita Benar-benar Menghidupi Sila Kemanusiaan? Menafsir Nilai Humanis Ungkapan Tradisional Sunda
DOI:
https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v14i2.91641Abstract
Nilai kemanusiaan dalam budaya Sunda tidak hanya diwariskan melalui ajaran formal, tetapi juga melalui ungkapan tradisional yang hidup dalam praktik keseharian masyarakat. Ungkapan-ungkapan tersebut merefleksikan nilai humanisme yang sejalan dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis nilai humanisme serta kearifan lokal Sunda yang terkandung dalam ungkapan tradisional Sunda dengan merujuk pada nilai moral sila kedua Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data penelitian berupa ungkapan tradisional Sunda yang diperoleh dari sumber tertulis, seperti buku peribahasa Sunda, kamus budaya, dan naskah budaya, serta sumber lisan melalui wawancara dengan informan budayawan dan tokoh masyarakat Sunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan makna filosofis ungkapan. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional Sunda secara dominan merepresentasikan nilai kemanusiaan berupa keadilan sosial, kesetaraan martabat manusia, empati dan cinta kasih (silih asih), pengembangan potensi diri (silih asah), serta tanggung jawab sosial dan kepedulian (silih asuh), yang selaras dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal Sunda berfungsi sebagai medium internalisasi nilai Pancasila yang kontekstual dan berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya dalam pembelajaran Pancasila, bahasa, dan budaya Sunda, serta sebagai rujukan dalam pelestarian nilai-nilai humanisme dalam kehidupan bermasyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zulfikar Alamsyah, Yayat Sudaryat, Temmy Widyastuti, Hernawan Hernawan, Dede Kosasih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

1.png)