Studi Perkembangan Busana Pengantin Gaya Keraton Surakarta Di Kota Semarang

 Ariyana Damayanti

Abstract


Seiring dengan adanya perkembangan jaman, busana pengantin lambat laun menembus keluar tembok keraton. Perkembangan busana dapat dilihat dari semakin bergesernya keinginan masyarakat dalam menggunakan busana pengantin tradisional untuk memilih busana pengantin yang lebih praktis. Tujan penelitian untuk mengetahui gambaran perkembangan busana pengantin gaya keraton Surakarta saat ini dan mengetahui desain busana pengantin gaya keraton Surakarta yang diminati calon pengantin. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara kepada kerabat keraton Surakarta, perias pengantin dan calon pengantin di Kota Semarang. Hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa busana pengantin Solo Putri saat ini sudah memiliki berbagai macam model busana, warna, bahan dan hiasan yang beragam. Busana pengantin Solo Basahan sudah tidak memakai dodot panjang tetapi saat ini model dodot sudah dibuat jadi, sehingga dalam pemakaian lebih praktis dan warnanyapun sudah beragam. Masyarakat cenderung menyukai busana pengantin modifikasi dilihat dari efisiensi, tenaga, waktu dan biaya. Busana pengantin yang lebih banyak diminati adalah busana pengantin Solo Putri, karena model kebayanya beragam  mulai dari model kerah, lengan yang dibuat sesuai keinginan dan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit daripada busana Solo Basahan.


Keywords


Perkembangan, Busana Pengantin, Keraton Surakarta

Full Text:

PDF

References


E. Juniastuti, dkk, “Pengembangan Vidio Pembelajaran Dodot Pengantin Putri Gaya Solo Basahan,” Laporan Penelitian, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2011.

Available:

staffnew.uny.ac.id/upload/

Q. Nabila, “ Keragaman Kebaya Pengantin Gaya Solo (Studi Deskriptif mengenai Makna Kebaya Gaya Solo Dalam Prosesi Pernikahan di Surabaya)” Jurnal, Departemen Antropologi, FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya, 2017. Available:

Journal.unair.ac.id/download-fullpapers-aunda70a951d1full.pdf

T. Martina, dkk, “Modifikasi Busana Pengantin Adat Solo Putri One piece dengan Hiasan Benang Emas” Jurnal, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Tekstil Bandung, Bandung, 2014. Available:

http://jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggung/article/view/110

APPMI, “Modifikasi Busana Pengantin,” 2005. Gramedia, Jakarta

A. A. Riyanto, ”Teori Busana,” 2003. Yapemdo, Bandung

F. Setiawan, “50 Galeri Kebaya Eksotik nan Cantik,” 2009. Penebar Plus, Jakarta

H. Usman, ”Metode Penelitian Sosial,” 2008. Bumi Aksara, Jakarta

KRAT. Budayaningrat, ”Kawruh Tata Busana Jawi,” 2006. Sanggar Pasinaon Pambiwara Karaton, Surakarta

L. J. Moleong, ”Metodologi Penelitian Kualitatif,” 2008. PT Remaja Rosdakarya, Bandung

M. Sukolo, ”Teknik Menguasai Trend Fashion Yang Akan Datang,” 2009. Artistindo, Jakarta

M. S. Yosodipuro, “Rias Pengantin Gaya Yogyakarta,” 2008. Kanisius Yogyakarta

M. Tilaar, ”Upacara Dan Tata Rias Pengantin Se-Nusantara,” 1992. PT Vika Press, Jakarta

N. Saryoto, ”Tata Rias Pengantin Solo Putri,” 2003. Meutia Cipta Sarana, Jakarta

N. Saryoto, ”Tata Rias Pengantin Basahan Surakarta,” 2004. Meutia Cipta Sarana, Jakarta

Nyai M.T. Setyawati P, ”Werdining Paes Penganten,” Surakarta

R. Saleh, A.Jafar, ”Teknik Dasar Pembuatan Busana,” 1991. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta

R. Supadmi, M. R. Suwandariddjaja, “Tata Rias Pengantin Gaya Yogyakarta,” 1993. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

S. Arikunto, “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik,” 2006. Rineka Cipta, Jakarta

Sugiharto dkk, ”Teknik Sampling,” 2003. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

V. I. Cock, ”Belajar Membuat Busana,” 2002. Humaniora Utama Press, Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ariyana Damayanti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Home Economic Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

HEJ Stats