GREEN INNOVATION: STUDI MINAT REMAJA YOGYAKARTA TERHADAP SHOULDER BAG Y2K BERKELANJUTAN
Abstract
Fenomena tren Y2K yang kembali populer di kalangan remaja dan mendorong berkembangnya produk fashion Y2K, khususnya shoulder bag Y2K berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat remaja Yogyakarta terhadap shoulder bag Y2K berkelanjutan, serta untuk mengetahui minat remaja Yogyakarta terhadap shoulder bag Y2K. Adapun faktor-faktor yang diteliti yaitu psikologis, sosial, dan ekonomi, dengan indikator minat yang mencakup kesukaan, ketertarikan, dan perhatian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilaksanakan di Yogyakarta dengan subjek penelitian sebanyak 100 remaja berusia 15–22 tahun yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring (Google Form) yang telah diuji validitas (Pearson Product Moment) dengan skor rata-rata 0,526 dan reliabilitas (Alpha Cronbach) dengan skor rata-rata 0,677 menunjukkan hasil valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif yang disajikan dalam tabel. Hasil penelitian menunjukkan faktor psikologis memiliki pengaruh paling dominan dengan rata-rata (22,03 dari 28); diikuti oleh faktor sosial dengan rata-rata (24,14 dari 32); dan faktor ekonomi dengan rata-rata (24,52 dari 32). Sehingga penelitian ini menegaskan bahwa persepsi, motivasi, pengaruh lingkungan sosial, serta pertimbangan ekonomi menjadi pendorong utama minat remaja. Sementara itu, minat remaja terhadap shoulder bag tren Y2K berada dalam kategori tinggi, dengan rata-rata skor 30,76 dari skor maksimum 40. Secara terperinci, ketiga indikator minat meliputi: kesukaan, ketertarikan, dan perhatian menunjukkan skor rata-rata tinggi, yaitu: (12,49); (9,50); dan (8,77). Penelitian ini menunjukkan bahwa shoulder bag Y2K berkelanjutan mampu memenuhi kebutuhan estetika, emosional, dan relevansi terhadap tren fashion masa kini, sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan di kalangan remaja Yogyakarta.