INOVASI SAMOSA BERBASIS IKAN NILA MENGGUNAKAN MODEL 4D: EVALUASI SENSORIS DAN POTENSI PENERIMAAN PASAR
Abstract
Pengembangan produk camilan sehat berbasis protein hewani merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat dan mencegah masalah gizi seperti stunting. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki kandungan protein tinggi, tekstur daging yang lembut, serta cita rasa netral sehingga potensial untuk dijadikan bahan dasar produk camilan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk samosa berbahan dasar ikan nila menggunakan pendekatan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) serta mengevaluasi karakteristik sensoris dan kandungan gizinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Sampel penelitian berupa produk samosa dengan substitusi isian ikan nila. Instrumen yang digunakan meliputi lembar uji organoleptik untuk mengukur atribut warna, rasa, aroma, tekstur, dan penampilan keseluruhan, serta alat laboratorium untuk analisis kandungan gizi. Prosedur penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan produk, pembuatan prototipe, uji sensoris terbatas, revisi produk, dan diseminasi hasil. Data dianalisis menggunakan uji statistik T berpasangan untuk mengetahui perbedaan kualitas sensoris sebelum dan sesudah substitusi bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi ikan nila meningkatkan kandungan protein produk secara signifikan dan menghasilkan tingkat penerimaan sensoris yang tinggi, khususnya pada atribut rasa dan tekstur. Temuan ini sejalan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menunjukkan peningkatan kandungan protein dan penerimaan sensoris positif pada produk olahan ikan nila dan kedelai, seperti fish flakes dan snack bar. Disarankan agar produk ini dikembangkan lebih lanjut untuk skala produksi industri kecil dan menengah guna mendukung diversifikasi pangan lokal dan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat.