ECO-FASHION DI ERA GLOBAL: PELUANG DAN TANTANGAN KEBAYA SEBAGAI REPRESENTASI MODE BERKELANJUTAN INDONESIA
Abstract
Industri fashion global saat ini menghadapi tuntutan untuk bertransformasi menuju praktik yang lebih berkelanjutan melalui konsep eco-fashion dan green innovation. Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan tekstil tradisional, memiliki peluang besar untuk menjadikan busana tradisional seperti kebaya sebagai representasi mode berkelanjutan yang mampu bersaing di tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan kebaya dalam konteks eco-fashion, dengan menyoroti aspek material, desain, proses produksi, hingga penerimaan pasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, observasi desain, dan wawancara dengan desainer kebaya, pelaku industri tekstil, serta akademisi di bidang mode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebaya memiliki potensi besar untuk diadaptasi dalam konsep sustainable fashion melalui pemanfaatan serat alami (seperti kapas organik, sutra, dan serat nanas), penerapan prinsip zero waste pattern cutting, serta pendekatan slow fashion yang menekankan kualitas dan keberlanjutan jangka panjang. Namun, tantangan yang dihadapi antara lain biaya produksi yang relatif tinggi, keterbatasan pasokan material ramah lingkungan, serta rendahnya kesadaran konsumen lokal terhadap pentingnya eco-fashion. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya kolaborasi antara desainer, industri tekstil, dan pemerintah untuk memperkuat posisi kebaya sebagai ikon mode berkelanjutan Indonesia di era global.