PENGARUH SUBSTITUSI BUAH BIT PADA SOFT COOKIES TERHADAP KANDUNGAN SERAT PANGAN

Authors

  • Gabriel Florencia Abelina Universitas Negeri Yogyakarta
  • Marwanti Universitas Negeri Yogyakarta

Abstract

Serat pangan merupakan bagian dari bahan pangan yang tidak dapat dihirolisis oleh enzim-enzim pencernaan. Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat pangan yang sangat mudah ditemukan dalam bahan makanan. Pola konsumsi pangan yang berubah menjadikan permasalahan baru di Indonesia. Akhir-akhir ini adanya perubahan pola konsumsi pangan di Indonesia menyebabkan berkurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan. Terdesak dengan pekerjaan yang membutuhkan kecepatan dan kesigapan membuat sebagian orang memilih untuk mengkonsumsi makanan siap saji yang praktis. Namun, terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji akan menimbulkan berbagai permasalahan pada pencernaan karena makanan siap saji tidak memiliki cukup banyak serat. Karena hal tersebut, maka terjadi perubahan pola makan dari tinggi serat, tinggi karbohidrat, dan rendah lemak menjadi rendah serat, rendah karbohidrat, dan tinggi lemak. Konsumsi tersebut menyebabkan tingginya kasus penyakit seperti gangguan pencernaan, penyakit jantung, dan penyakit berbahaya lainnya. Meskipun tidak mengandung zat gizi, serat pangan menguntungkan bagi kesehatan yaitu berfungsi mengontrol berat badan atau kegemukan (obesitas), penanggulangan penyakit diabetes, mencegah gangguan gastrointestinal, kanker kolon, serta mengurangi tingkat kolesterol darah dan penyakit kardiovaskuler. Meskipun serat pangan memberikan efek positif terhadap kesehatan, namun juga memberikan efek negatif, sehingga serat pangan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, sebagai acuan kebutuhan serat yang dianjurkan yaitu 30 gram/hari.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

[1]
Abelina, G.F. and Marwanti 2025. PENGARUH SUBSTITUSI BUAH BIT PADA SOFT COOKIES TERHADAP KANDUNGAN SERAT PANGAN. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana. 20, 1 (Dec. 2025).