PENDETEKSI MANAJEMEN LABA: BEBAN PAJAK TANGGUHAN ATAU KUALITAS AKRUAL PAJAK PENGHASILAN?

Maharani Dhian Kusumawati

Abstract


Abstrak: Pendeteksi Manajemen Laba: Beban Pajak Tangguhan atau Kualitas Akrual Pajak Penghasilan? Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan beban pajak tangguhan dan kualitas akrual pajak untuk mendeteksi perilaku manajemen laba dalam menghindari kerugian. Manajemen laba merupakan variabel dependen yang diukur menggunakan scaled earnings changes dalam kondisi perusahaan melakukan manajemen laba untuk menghindari kerugian yang digunakan oleh Phillips et al. (2003) dan dimodifikasi oleh Suranggane (2007) sesuai dengan kondisi di Indonesia. Beban pajak tangguhan dan kualitas akrual pajak penghasilan merupakan variabel independen. Beban pajak tangguhan diperoleh dari laporan laba rugi, sedangkan kualitas akrual pajak penghasilan diukur dengan model regresi yang diperkenalkan oleh Choudary et al. (2016). Sampel yang digunakan sejumlah 31 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2013-2017 dan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Regresi logistik digunakan untuk menguji hipotesis dan menemukan hasil bahwa kemampuan kualitas akrual pajak dalam pendeteksian keterjadian manajemen laba untuk menghindari kerugian lebih superior dibanding beban pajak tangguhan. Semakin tinggi kualitas akrual pajak penghasilan suatu perusahaan, maka semakin rendah kemungkinan perusahaan melakukan manajemen laba untuk menghindari kerugian.

Kata kunci: Beban Pajak Tangguhan, Kualitas Akrual Pajak Penghasilan, Manajemen Laba


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/nominal.v9i1.30266

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index sitasi:

 


Creative Commons License
Jurnal Nominal by Jurnal Nominal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Based on a work at https://journal.uny.ac.id/index.php/nominal.
Permissions beyond the scope of this license may be available at https://journal.uny.ac.id/index.php/nominal.