Penyiapan kepemimpinan berdasarkan konsep Islam Jawa dalam Serat Wulang Putra karya Pakubuwana IX

Sri Harti Widyastuti

Abstract


Konsep penyiapan kepemimpinan dimaknai sebagai ide atau gambaran mental masyarakat Jawa berdasarkan tradisi Islam dan tradisi Jawa untuk menyiapkan seseorang menjadi raja, penguasa, atau pemimpin. Ide atau gambaran mental tersebut diwujudkan melalui karya sastra, yakni Serat Piwulang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep-konsep penyiapan kepemimpinan yang terdapat dalam Serat Wulang Putra. Sumber data penelitian adalah Serat Wulang Putra karya Paku Buwana IX. Berdasarkan prinsip filologi modern, langkah penelitian yang dilakukan yaitu (a) trasliterasi sandar, (b) penerjemahan isi, (c) pembacaan heuristik, dan (d) pembacaan hermenutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga konsep penyiapan kepemimpinan berdasarkan perspektif Islam Jawa pada Serat Wulang Putra. Pertama, kekuatan penghargaan (reward power) yaitu kekuatan yang diperoleh dengan cara berusaha dekat dan rajin menghadap raja. Kedua, kekuatan untuk mencegah penolakan (oercive power) yakni penyiapan kekuasaan yang memerlukan derajat dalam pemerolehannya. Ketiga, kekuasaan yang sah (legitimate power) untuk menyiapkan kekuasaan yang dapat disahkan adalah dengan cara menempatkan legitimasi berupa wahyu. Keempat, kekuatan referensi (referent power) yaitu membiasakan untuk bergaul dengan orang-orang yang berkedudukan tinggi.

Kata Kunci: serat wulang, kepemimpinan, kekuasaan, dan konsep Jawa Islam

Preparation of leadership based on the concept of Javanese Islam in Serat Wulang Putra by Pakubuwana IX

Abstract
The concept of leadership preparation is interpreted as an idea or mental picture of Javanese society based on Islamic tradition and Javanese tradition to prepare someone to become a king, ruler, or leader. The idea or mental picture is realized through a literary work, namely Serat Piwulang. This study aims to explain the concepts of leadership preparation contained in Serat Wulang Putra. The source of the research data is Serat Wulang Putra by Paku Buwana IX. Based on the principles of modern philology, the research steps carried out are (a) standardized transliteration, (b) content translation, (c) heuristic reading, and (d) hermeneutic reading. The results showed that there were three concepts of leadership preparation based on the Javanese Islamic perspective on Serat Wulang Putra. First, the power of appreciation (reward power) is the power that is obtained by trying to be close and diligent to face the king. Second, the power to prevent rejection (coercive power), namely the preparation of power that requires degrees in its acquisition. Third, legitimate power to prepare power that can be ratified is by placing legitimacy in the form of revelation. Fourth, referent power, which is getting used to associating with people of high position.

Keywords: serat wulang, leadership, power, and the concept of Javanese Islam


Keywords


serat wulang; sastra Jawa Baru; filologi modern; kekuatan sosial; New Javanese literary; modern philology; social power

Full Text:

PDF

References


Ad-Dumaji, A. 2016. Konsep Kepemimpinan Dalam Islam. Jakarta: Ummul Qura.

Ahmad, A.B., Alias, J., Mamat, A.B., Umar, A., & Hassan, H. 2017. Preservation of Divine Revelation: An Islamic Perspective. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences. 7(8): 263-276.

Anonim. “Universitas Indonesia Library”, dalam http://lontar.ui.ac.id, diakses 2 Januari 2017. Depdikbud, Wulang Dalem Warni-Warni, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, 1983), 455-458.

Anonim. Serat Wulang Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwana IX. Tanpa tahun. Nomor koleksi 366 Ca.

Bayuadhy, G. 2015. Laku dan Tirakat. Yogyakarta: Sauf.

Blackhirst, R. 1994. Revelation in Islam. Asian Philosophy. 4(1): 71-79.

Chendroyaperumal, C. 2011. Theory of ‘Great Leadership’ is Missing!. dalam https://ssrn.com/abstract=1752166. Akses tanggal 18 Juni 2017.

Ciptaprawira, A. 1986. Filsafat Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Culler, J. 1981. The Pursuit of Signs Semiotics, Literature Deconstruction. New York: United Stated of America by Vail Ballou Press.

Dowding, K. 2008. Perceptions of Leadership, dalam Paul ‘t Hart & John Uhr (ed.), Public Leadership, ANU Press, pp. 93-95, dalam http://www.jstor.org/stable/j.ctt24h3bh.12.

El-Tobgui, Carl S. 2020. Reason and Revelation in Islam before Ibn Taymiyya, dalam Ibn Taymiyya on Reason and Revelation, Brill Publishing, pp. 23-77.

French, J.R.P & Raven, B. 1959. The Bases of Social Power, dalam D. Cartwright (Ed.). Studies in Social Power. University of Michigan. pp. 150-167.

Hamengku Buwono X. 2021. Renaisans Yogyakarta Kultur Keunggulan Basis Membangun Peradaban Maju. Yogyakarta.

Irsyadunnas. 2005. Wahyu dan Perubahan Masyarakat Tinjauan Sosio-Historis. Jurnal PMI, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, III(1).

K.S, H.M. Muslich. 2006. Moral Islam dalam Serat Piwulang Pakubuwana IV. Yogyakarta: Global Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Maliki, Z. 2004. Agama Priyayi: Makna Agama Di Tangan Elite Penguasa. Yogyakarta: Pustaka Marwa.

Massardi, A. 2012. Derajat Seorang Hamba dalam https://majalahamanah.wordpress.com/2012/08/31/derajat-seorang-hamba/. Akses tanggal 7 Maret 2017.

Michot, Y. 2008. “Revelation”, dalam Winter, T. (ed.), The Cambridge Companion to Classical Islamic Theology, Cambrige University Press, pp. 180-196.

Mulder, N. 2001. Mistisme Jawa; Ideologi di Indonesia. Yogyakarta: LKis.

Para Wayah Dalem. 1952. Serat Jatno Hisworo. Djawa Timoer.

Patrulescu, C. 2009. Comparison and Contrast of Trait-Based, Situational and Transformational Leadership Theories, dalam http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.2132126. Akses tanggal 18 Juni 2017.

Poerwadarminta, W.J.S. 1939. Baoesastra Djawa. Batavia: J.B. Wollters Uitgevers. Maatschappi.

Poerwadarminta, W.J.S. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Pustakawara, tt.

Rayner, J. 2014. Lessons from two Labor leadership transitions, dalam John Uhr dan Ryan Walter (ed.), Studies in Australian Political Rhetoric, ANU Press, p. 64 dalam http://www.jstor.org/stable/j.ctt13www0c.8. Akses tanggal 15 Maret 2017.

Sachedina, A. 2011. Reason and Revelation in Islamic Political Ethics, dalam Religion, the Enlightment, and the New Global Order, ed. John Owen IV dan J. Owen, Columbia University Press, pp. 194-230.

Saksono, G. 2014. Tuhan dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Kaliwangi , 2014.

Serat Angger-Angger Tatakrama. Perpustakaan Museum Sonobudoyo Yogyakarta, nomer kode SK 37.

Sholikhin, M. 2008. Manunggaling Kawula Gusti. Yogyakarta: Narasi, 2008.

Shomali, M.A. 2002. An Islamic Perspective on Divine Guidance and Human Understanding. dalam https://www.al-islam.org/articles/divine-revelation-islamic-perspective-divine-guidance-and-human-understanding-mohammad-ali, diakses pada 5 Februari 2022.

Soeratman, D. 1990. Istana sebagai Pusat Kebudayaan Lampau dan Kini, dalam Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Sastra UGM, 1990.




DOI: https://doi.org/10.21831/ltr.v21i1.48034

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________

 

                                 

 

__________________________________________________________________________________________________

 

 

RJI Main logo

 

 

Copyright of LITERA ISSN 1412-2596 (print) and ISSN 2460-8319 (online)

      

The International Journal of Linguistic, Literature, and Its Teaching at http://http://journal.uny.ac.id/index.php/litera/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 __________________________________________________________________________________________________ 

 

Flag Counter