PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN

Agus Sudarsono, Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial UNY, Indonesia
Satriyo Wibowo, Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial UNY, Indonesia

Abstract


Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Sleman sebagai wilayah yang rawan dengan bencana khususnya letusan gunung Berapi dan gempa bumi membutuhkan menejemen bencana yang komprehensif agar resiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin apabila bencana melanda kawasan tersebut. Oleh karena itu, penelitian tentang pengetahuan menejemen bencana bagi siswa SMP di Kabupaten Sleman menjadi penting untuk dilakukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Jenis penelitian ini dipilih karena peneliti hanya berusaha mengumpulkan informasi sederhana tentang menejemen kebencanaan yang ada di sekolah siaga bencana. Kemudian informasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan untuk menjelaskan fenomena sosial yang terjadi di sekolah. Penjelasan tentang hal penting mengingat pendidikan kebencanaan yang masih belum mendapatkan kesempatan yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya siswa mempunyai pemahaman yang memadai tentang becana, khususnya becana alam gunung meletus, namun sebagian besar kurang mengetahui bencana alam tsunami dan gempa bumi tektonik. Responden mempunyai apresiasi positif terhadap sekolah sebagai sekolah siaga bencana. Mereka juga mengetahui bahwa sebagai sekolah siaga bencana, sekolah mempunyai beberapa fasilitas seperti: petunjuk evakuasi, alat peringatan dini, ruang perawatan korban, dan panduan kebencanaan. Persepsi mengenai sekolah siaga bencana juga menunjukkan respon yang sangat baik, dimana secara umum siswa mengetahui bahwa sekolah mereka merupakan sekolah siaga bencana (89%). Mereka juga menganggap bahwa sekolah siaga bencana mempunyai peranan yang signifikan dalam mengurangi dampak resiko bencana (89%). Fasilitas yang dimiliki oleh sekolah dirasakan masih kurang oleh siswa (47%). Hal ini bisa jadi disebabkan adanya kesenjangan antara alat peraga, atau alat lainnya dengan jumlah siswa. Sekolah sudah dilengkapi dengan 3 buah alat peringatan dini bencana, papan petunjuk jalur evakuasi, modul bencana, dan alat komunikasi. Mereka berpendapat bahwa pemerintah diharapkan memberikan atau menyediakan alat peringatan dini bencana, bukan hanya di sekolah tetapi juga di berbagai tempat agar semua penduduk dapat mengetahui apabila bencana alam datang. Mereka juga mengharapkan agar alat-alat tersebut dikontrol apakah masih dapat berfungsi dengan baik atau tidak.


Keywords


Mitigasi bencana, Bencana alam, Peserta didik, Kabupaten Sleman

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/jipsindo.v4i1.14834

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JIPSINDO, Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia publised by Department of Social Sciences Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Association of Indonesian Bachelor of Social Sciences Education (HISPISI).

Our Journal abstracting and indexing by

                        

_____________________________________________________________________________________________________________________________________________

Creative Commons License

JIPSINDO, Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia by https://journal.uny.ac.id/index.php/jipsindo is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
ISSN 2355-0139 (print) 
ISSN 2615-7594 (online)