Kemampuan Mahasiswa Mendesain dan Mengembangkan Multimedia Interaktif (MMI) Offline Teknologi Dasar Sebagai Modal Dasar Lulusan Pendidikan Kejuruan Berperan Dalam Industri Kreatif

Wahid Munawar, , Indonesia

Abstract


Idealnya industri perguruan tinggi dipandang sebagai organisasi pengetahuan, dimana aspek kognitif berperan penting, seperti pembelajaran teknologi (technologycal learning) dan kapabilitas teknologi (technological capabilities), sehingga terjadi link and match antara perguruan tinggi dan industri (Siregar, 2006;311). Implikasinya bagi perguruan tinggi adalah sangat diperlukan model pendidikan yang dengan sengaja dirancang untuk menghasilkan tenaga terampil yang mendukung kerja dan karya di dunia kerja atau industri. Karya di industri diantaranya bentuk multimedia interaktif (MMI) off line atau on line.

Realitas saat ini, pembelajaran di LPTK (Lembaga Pendidikan Teknologi dan Kejuruan), dosen masih menggunakan cara konvensional, yaitu menggunakan media visual, seperti papan tulis dan trainer kit yang bersifat dua dimensi (2D), padahal materi atau pokok bahasan pada pembelajaran teknologi dan kejuruan menjelaskan tentang proses dan hasil kerja yang bersifat pengetahuan dan keterampilan aplikasi. Akibat menggunakan media visual 2D, mahasiswa tidak dapat menggambarkan secara jelas, isi materi yang disampaikan dosen. Implikasinya sering terjadi miskomunikasi pada mahasiswa.

Satu alternatif pemecahan masalah pembelajaran teknologi dan kejuruan yang berorientasi pada industri kreatif di bidang teknologi dan kejuruan adalah pembelajaran yang menekankan pada kemampuan mahasiswa untuk mendesain dan mengembangkan multimedia interaktif offline, untuk mahasiswa pendidikan teknologi adalah kemampuan MMI bidang teknologi dasar.

Kemampuan mahasiswa untuk mendesain dan mengembangkan multimedia interaktif offline teknologi dasar memberi kontribusi besar pada pembelajaran teknologi berbantuan multimedia interaktif offline, dan pengembangan industri kreatif bidang multimedia. Multimedia interaktif offline sangat diperlukan untuk mereduksi kesalahan konsep dan penguasaan teknologi yang verbalistik di sekolah dan perguruan tinggi. 

Desain dan pengembangan multimedia interaktif offline dilakukan dengan 5 langkah utama, yaitu: (1) Analisis produk yang akan dikembangkan; (2) Pengembangan produk awal; (3) Validasi ahli dan revisi; (4) Ujicoba lapangan skala kecil; (5) Revisi produk dan ujicoba skala besar dan produk akhir.

Produk multimedia interaktif (MMI) offline berbentuk CD pembelajaran terdiri dari: audio, video dan animasi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.