MEMBANGUN INDUSTRI KREATIF DENGAN SEBUAH PENDIDIKAN DI BIDANG FASHION YANG MEMBENTUK INTEGRATED PROFESIONAL

Enny Zuhni Khayati, , Indonesia

Abstract


Pada dasarnya dunia industri kreatif adalah industri yang berbasis pada hasil berfikir kritis dan kreatif. Sedangkan kualitas fashion  tidak hanya diukur dari orisinalitas dan daya kreatifitas seseorang dalam menampilkan desain, tetapi juga dari penalarannya untuk mengungkap, mendeskripsikan, menginterpretasikan, menganalisis, dan memecahkan masalah yang dihadapi, kemudian mengambil keputusan yang terbaiku, agar dapat memenangkan persaingan pasar yang sangat ketat. Untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan suatu mode berfikir tertentu, baik dalam kurikulum maupun pelaksanaannya.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan di bidang fashion, perlu berupaya membentuk integrated profesional dengan mempertautkan bidang keilmuan, teknologi, seni, budaya, dan profesionalisme. Materi kurikulum lebih diarahkan pada pemahaman teoritis tentang kaidah perencanaan dan perancangan fashion dengan pendekatan teknis, etika, dan estetika. Sedngkan untuk menunjang proses belajar mengajar dan profesionalisme, pelaksanaan pembelajarannya dititik beratkan pada pengembangan kreatifitas, wawasan keilmuan, dan akademik, serta pembekalan kewirausahaan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di industri yang dengan penekanan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pendidikan Tinggi di bidang fashion sebagai indikubator kreator seyogyanya terus mengembangkan paradigma, konsep, serta ide kreatif, dengan selalu membuka diri untuk berinteraksi dengan lingkungan, teknologi, lintas ilmu dan perubahan zaman, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, untuk membangun SDM yang unggul salah satu jalannya adalah melalui pendidikan. Untuk menghasilkan SDM yang unggul diperlukan proses pendidikan yang kreatif dari seorang pendidik yang kreatif (Indra Yusuf, 2009). Proses pendidikan kreatif inilah yang nantinya akan dapat melahirkan generasi-generasi yang kreatif, dinamis, dan inovatif. Selanjutnya dari pribadi yang kreatif inilah akan meretas menjadi sumber daya manusia yang ungguk dan kompetitif, karena sumber daya manusia yang ungggul dan kompetitif akan mampu mengambangkan potensi ekonimi kreatif menjadi industri kreatif.

Kata Kunci : industri kreatif, fashion, integrated proffesional.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.