implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia

Tatang M Amirin

Abstract


Abstrak

Tujuan utama penerapan pendekatan pendidikan multikultural di tingkat nasional hendaknya dititikberatkan pada pemahaman dan penghargaan peserta didik terhadap budayanya sendiri dan budaya orang lain, mencakup agama, berlandaskan semboyan bhinneka tunggal ika serta Pancasila. Untuk itu maka diperlukan adanya penataan ulang dan penguatan pendidikan kewarganegaraan (PKn), IPS, dan pendidikan agama dengan memasukkan muatan materi keanekaragaman nilai-budaya, didukung oleh penelitian sosiologis dan antropologis untuk pendidikan. Di tingkat daerah atau lokal, pendekatan pendidikan multikultural seyogyanya diterapkan secara kontekstual, dengan menggunakan “kearifan lokal” membangun pemahaman dan saling menghargai perbedaan nilai budaya dan asal-usul etnisitas dan atau suku bangsa sesuai dengan keadaan setempat. Penelitian mengenai perbedaan nilai budaya setempat seyogyanya dilakukan oleh para pejabat pendidikan setempat dan guru dan atau pengajar universitas untuk dapat digunakan secara bijak dalam pengembangan struktur dan kultur sekolah dan kegiatan belajar-mengajar dan bimbingan di dalamnya.

Kata kunci: gerakan pendidikan multikultural; pendekatan pendidikan multikultural; ras; etnis; subetnis; kesetaraan jender; disabilitas; kultur dan subkultur di Indonesia; kearifan lokal; penelitian sosiologis-antropologis untuk pendidikan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Printed ISSN (p-ISSN): 2302-6383

Online ISSN (e-ISSN): 2502-1648

 Creative Commons License

Jurnal Pembangunan Pendidikan by http://journal.uny.ac.id/index.php/jppfa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View Journal Stats

Flag Counter