Pendidikan multikultural pada Madrasah Aliyah Negeri 2 Kebumen

 Muchamad Solahudin

Abstract


Menanamkan kesadaran multikultural kepada semua lapisan masyarakat menjadi sangat penting. Arus perkembangan gobalisasi yang semakin gencar menerobos batas ruang budaya di Indonesia maka sudah waktunya pendidikan di Indonesia saat ini memberikan tawaran-tawaran yang mencerdaskan antara lain dengan menciptakan desain materi, metode hingga kurikulum yang mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya sikap saling tolong menolong, toleransi dan menghormati segala perbedaan suku, agama, ras, etnis dan budaya masyarakat Indonesia yang multikultur. Madrasah Aliyah Negeri 2 Kebumen sebagai pendidikan menengah atas yang bercirikan agama Islam memiliki peran yang sangat strategis mengingat basis siswanya memiliki latar belakang yang sangat variatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif maka penulisan artikel ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran melalui content analysis perihal materi dalam akidah dan akhlak yang dapat diajarkan dengan menggunakan model pendidikan multikultural. Dari hasil analysis dapat dijelaskan bahwa sub materi yang menyangkut penanaman akidah atau tauhid tidak dapat diajarkan dengan menggunakan keempat model pendidikan multikultural: Model Hubungan antargroup (Sintesis Belajar dan Mengajar Pluralistik), Model Manajemen Kelas dan Strategi Hak Asasi Manusia, Model Pembelajaran Dua Bahasa, Model Studi Etnis. Submateri akidah memiliki karakter yang bersifat pasti dan tidak bisa ditawar. Sedangkan model-model tersebut lebih tepat digunakan pada submateri akhlak mengingat budaya masing-masing siswa memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Kata kunci: Pendidikan multikultural, akidah akhlak

 

MULTICULTURAL EDUCATION AT MADRASAH ALIYAH 2 KEBUMEN

Abstract

Instilling multicultural awareness with all levels of society is very important. The current development of globalization is increasingly intrusive breaking through the boundaries of cultural space in Indonesia, so it is time for education in Indonesia to provide intellectual offerings, among others by creating material designs, methods to curricula that can sensitize the public to the mutual help, tolerance and respect all differences in ethnic, religious, racial, ethnic and cultural cultures of Indonesian people are multicultural. Madrasah Aliyah Negeri 2 Kebumen as senior secondary education characterized by Islam has a very strategic role considering the student base has a very varied background. By using a qualitative approach, the writing of this article aims to get an overview through content analysis about the material in aqidah and akhlak that can be taught using a multicultural education model. From the results of the analysis, it can be explained that the sub-material concerning the cultivation of aqidah cannot be taught using the four multicultural education models: Intergroup Relations Model (Pluralistic Learning and Teaching Synthesis), Class Management Models and Human Rights Strategies, Two-Language Learning Models, Models Ethnic Studies. Aqidah submaterial has definite character and is not negotiable. Whereas the models are more appropriate to be used in moral teaching given that each student's culture has a significant difference.

Keywords: Multicultural Education, akidah akhlak

Keywords


Pendidikan multikultural; akidah akhlak

Full Text:

Fulltext PDF


DOI: https://doi.org/10.21831/jppfa.v6i2.23179

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Our journal indexed by:



Printed ISSN (p-ISSN): 2302-6383 | Online ISSN (e-ISSN): 2502-1648

Creative Commons License
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi by https://journal.uny.ac.id/index.php/jppfa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


View Journal Stats