Pelatihan Pembuatan Bioplastik Berbahan Dasar Selulosa Nanokristalin bagi Guru-Guru Sekolah Adiwiyata di Kota Yogyakarta sebagai Upaya Penanggulangan Sampah Plastik
Abstract
Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. dengan 3,21 juta metrik ton/tahun Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Selain itu, kantong plastik yang dibuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. Sampah plastik dapat bertahan hingga bertahun-tahun sehingga menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Plastik mempunyai sifat sulit terdegradasi (nonbiodegradable) dan diperkirakan membutuhkan 100 hingga 500 tahun untuk dapat terurai dengan sempurna . Oleh karena itu perlu dicari kemasan alternatif yang aman bagi kesehatan serta ramah lingkungan untuk dapat menggantikan plastik. Salah satu solusinya ialah dengan menggunakan bioplastik. Bioplastik adalah plastik yang mudah untuk terurai (degradable) dengan baik oleh mikroorganisme maupun oleh cuaca. Salah satu SMA di lingkungan provinsi DIY yang konsisten menjalankan program Sekolah Adiwiyata adalah SMAN 5 Yogyakarta. Sekolah ini menerapkan budaya peduli lingkungan sekolah, tidak sekedar bersih-bersih sampah saja namun para warga sekolah terutama guru dan siswa memahami terkait pengelolaan sampah. Adapun tujuan dari kegiatan program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pembuatan bahan bioplastik berbahan dasar selulosa nanokristalin dari limbah ampas teh sebagai upaya penanggulangan sampah plastik di lingkungan SMAN 5 Yogyakarta dan memberikan pelatihan tentang aplikasi bahan bioplastik berbahan dasar selulosa nanokristalin dari ampas teh sebagai alternatif pembungkus makanan. Kegiatan sosialisasi di sekolah ini mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 dan IKU 5 masing-masing terkait dosen berkegiatan di luar kampus (DLK) dan hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat dan mendukung terlaksananya kurikulum MBKM. Adapun Sasaran kegiatan adalah guru-guru di sekolah Adiwiyata Kota Yogyakarta. Jumlah guru sebagai peserta pelatihan ini sebanyak 15 orang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
In order to be accepted and published by Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA, author(s) submitting the article manuscript should complete all the review stages. By submitting the manuscript the author(s) agreed to these following terms:
1. The copyright of accepted articles shall be assigned to Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA.
2. Authors are permitted to disseminate published article by sharing the link/DOI of the article at Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA. Authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA with an acknowledgement of initial publication to this journal.
3. Users/public use of the articles published by this journal will be licensed to Creative Commons Attribution 4.0 International License.
