Fasilitasi Pembelajaran Mendalam Melalui Pelatihan Berbasis Blended Training: A Sequential Exploratory Insight di Wilayah Hinterland Indonesia

A Sequential Exploratory Insight di Wilayah Hinterland Indonesia

Authors

  • Albert Efendi Pohan
    albert.efendipohan@gmail.com
    Universitas Riau Kepulauan, Indonesia
  • Hos Arie Ramadhan Sibarani Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, Indonesia, Indonesia
  • Laskar Muda Nasution Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, Sibuhuan, Indonesia, Indonesia
  • Ajizah Siregar Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, Indonesia, Indonesia
  • Osriza Betri Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, Indonesia, Indonesia
  • Frudensia Mawar Hure Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Riau Kepulauan, Indonesia
  • Bherti Angelia Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Riau Kepulauan, Indonesia
  • Netti Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Riau Kepulauan, Indonesia
  • Marwati Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Riau Kepulauan, Indonesia
  • Sfarizal Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Riau Kepulauan, Indonesia
April 26, 2026
April 26, 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Indonesia telah menetapkan Pembelajaran Mendalam sebagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas Pendidikan yang berkelanjutan pada tahun 2025. Tujuan kebijakan ini adalah untuk mencapai visi Indonesia 2045 menjadi negara yang makmur dan mencapai keunggulan demografis sebagai indikator dari Indonesia Emas Tahun 2045. Guru menjadi komponen yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan penerapan Pembelajaran Mendalam dalam proses pembelajaran di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif melalui pelatihan berbasis blended yang merata dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi fasilitator pembelajaran mendalam di daerah pedalaman Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, jenis peneliti mixed method dengan model sequential exploratory design diterapkan dengan menggunakan kerangka kerja penelitian eksperimental. Penelitian ini melibatkan 3.520 guru untuk penelitian pendahuluan dan 37 untuk peserta pelatihan dari wilayah hinterland di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Secara statistik, pelatihan berbasis blended terbukti meningkatkan kompetensi guru sebagai calon fasilitator dalam merancang rencana pembelajaran, mempraktikkan pengajaran, dan memahami konsep pendekatan pembelajaran mendalam yang sesuai dengan konteks wilayah hinterland. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi strategis untuk mendorong pemerintah menerapkan model pelatihan berbasis blended untuk semua wilayah di Indonesia yang beragam secara geografis. Hasil penelitian memberikan peta jalan untuk penelitian selanjutnya meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar adaptif sesuai dengan konteks wilayah hinterland.