Re-form: Alih fungsi rumah limasan dan transformasi sosial-budaya dalam seni instalasi

Authors

  • Angga Sukma Permana Universitas Negeri Yogyakarta
  • Agung Suryanto Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.21831/imaji.v24i1.88991

Keywords:

rumah limasan, seni instalasi, arsitektur vernakular, transformasi sosial-budaya, practice-based research

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi rumah limasan Jawa menjadi karya seni instalasi kontemporer berjudul RE-FORM. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana alih fungsi arsitektur vernakular merefleksikan transformasi sosial-budaya yang lebih luas serta bagaimana praktik artistik dapat berfungsi sebagai metode pembacaan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis praktik (practice-led research) yang dipadukan dengan metode Reading Vernacular Housing (RVH). Kajian difokuskan pada struktur spasial, elemen simbolik, dan reinterpretasi material dalam proses penciptaan instalasi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, eksperimen artistik, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi arsitektur limasan ke dalam bentuk seni instalasi menghasilkan wacana kritis mengenai memori, identitas, komodifikasi, dan modernitas. Karya ini memperlihatkan bahwa rumah vernakular bukan sekadar objek warisan yang statis, melainkan teks budaya yang dinamis dan terbuka untuk ditafsirkan kembali. Penelitian ini berkontribusi pada wacana seni kontemporer dan pendidikan seni dengan menempatkan praktik instalasi sebagai alat pedagogis sekaligus analitis untuk memahami transformasi sosial-spasial.

References

Bishop, C. (2005). Installation art: A critical history. London, UK: Tate Publishing.

Borgdorff, H. (2012). The conflict of the faculties: Perspectives on artistic research and academia. Leiden University Press.

Candy, L., & Edmonds, E. (2018). Practice-based research in the creative arts: Foundations and futures from the front line. Leonardo, 51(1), 63–69.

Fuentes Pardo, J. M. (2023). Challenges and current research trends for vernacular architecture in a global world: A literature review. Buildings, 13(1), 162. https://doi.org/10.3390/buildings13010162

Harrison, R. (2015). Heritage: Critical approaches. Routledge.

Kamalipour, H., Faizi, M., & Memarian, G. H. (2012). Reading vernacular housing: A conceptual model. International Journal of Architectural Research: ArchNet-IJAR, 6(1), 89–107.

Kester, G. H. (2016). The one and the many: Contemporary collaborative art in a global context. Duke University Press.

Oliver, P. (2006). Built to meet needs: Cultural issues in vernacular architecture. Oxford, UK: Architectural Press.

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2014). Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2014 tentang Panduan Arsitektur Bangunan Baru Bernuansa Budaya Daerah.

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2023). Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 48 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 2017 tentang Arsitektur Bangunan Berciri Khas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rapoport, A. (1969). House form and culture. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Santoso, E. I. (2020). Perubahan fungsi ruang dan struktur dinding rumah Kalang di Surakarta dan Yogyakarta. Indonesian Green Technology Journal, *8*(1), 18–26.

Suryanto, A., & Permana, A. S. (2025). Lingga bergema: Reinterpretasi simbolisme lingga. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, *23*(1), 1–15.

Tapiero, J. C. A., Ortega, J., & Vasconcelos, G. (2025). A methodology for analysing the impact of contemporary transformation processes in vernacular built environments. Built Heritage, 9, 51.

Vellinga, M., Oliver, P., & Bridge, A. (2007). Atlas of vernacular architecture of the world. Routledge.

Waterton, E., & Watson, S. (2015). The Palgrave handbook of contemporary heritage research. Palgrave Macmillan.

Yang, N., Chen, B., & Xi, J. (2024). A theoretical design framework of contemporary vernacular architecture based on a scoping review of best practices worldwide. Buildings, 14(11), 3525.

Published

30-04-2016

How to Cite

Permana, A. S., & Suryanto, A. (2016). Re-form: Alih fungsi rumah limasan dan transformasi sosial-budaya dalam seni instalasi. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 24(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v24i1.88991

Issue

Section

Articles