PERUBAHAN SOSIAL DALAM TARIAN SEUDATI PADA MASYARAKAT ACEH

 Meipur Yanti

Abstract


Agama Islam dan budaya masyarakat Aceh merupakan satu kesatuan. Agama Islam menjadi sumber utama dalam kebudayaan masyarakat Aceh, sehingga semua kesenian di Aceh, dalam hal ini seni tari, selalu dikaitkan dengan nilai keagamaan. Tari Seudati yang merupakan warisan budaya nenek moyang orang Aceh adalah salah satu tarian tradisional yang terus dilestarikan dan berkembang di kalangan masyarakat Aceh secara nasional maupun internasional. Proses perubahan meliputi: proses reproduksi dan proses transformasi, dari masa ke masa, dan mengikuti perkembangan zaman. Tari Seudati mengalami beberapa kali perubahan sosial, dikarenakan adanya penambahan norma-norma, nilai-nilai, adat, dan agama di masyarakat Aceh. Hasil dari perubahan sosial pada Tari Seudati kini terbagi menjadi dua yaitu: seudati agam (seudati laki-laki) sebagai tari tradisional dan seudati inong (seudati perempuan) sebagai tari kreasi. Seudati inong merupakan pengembangan dari seudati agam. Walaupun ada beberapa kali perubahan sosial dalam Tari Seudati, masyarakat Aceh tetap mengikuti norma-norma, nilai-nilai, adat, dan agama yang telah ditanamkan pada diri masyarakat Aceh sejak dahulu.

Kata kunci: perubahan sosial, tari seudati, masyarakat aceh

 

SOCIAL CHANGES IN SEUDATI DANCE IN ACEH SOCIETY

Abstract

The religion of Islam and the culture of the people of Aceh is a unity. Islam is a major source of Acehnese culture, so that Art in Aceh, in this case dance, is always associated with religious values. Seudati Dance which is the cultural heritage of Acehnese ancestors is one of the traditional dances that continues to be preserved and developed among the people of Aceh nationally and internationally. The process of changes includes: the process of reproduction and the process of transformation, from time to time, keeping up with the changing times. Seudati dance experienced several times of social change, due to the addition of norms, values, customs, and religion in the people of Aceh. The result of social changes in Seudati Dance are now divided into two: seudati agam (seudati male) as traditional dance and seudati inong (seudati female) as dance creations. Seudati inong is the development of seudati agam. Although there are several times of social change in Seudati Dance, the people of Aceh still follow the norms, values, customs, and religions that have been implanted on Acehnese society long ago.

Keywords: social changes, Seudati dance, Aceh society


Full Text:

PDF

References


Isjkarim, dkk. 1981. Kesenian Tradisional Aceh. Banda Aceh: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Martono, N. 2013. “Sosiologi Perubahan Sosial” Persepektif Klasik, Midern, Posmodern dan Poskolinial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Ranjabar, J. 2014. “Perubahan Sosial” Teori- teori dan Proses Perubahan Sosial serta Teori Pembangunan. Bandung: Alfabeta, cv.

Wirahandoyo, S. 2002. “Perubahan Sosial” Sketsa Teori Dan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.




DOI: https://doi.org/10.21831/imaji.v15i2.18295

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Imaji

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Our Journal has been Indexed by:

 Creative Commons License

website statistics View My Stats