Moral Teaching Orientation in Kridhasastra Fiber by Mas Ngabei Mangunwijaya

Hesti Mulyani

Abstract


This study was aimed at describing and analyzing the moral teaching values in Kridhasastra Fiber by Mas Ngabei Mangunwijaya. The method used was descriptive-analytical and modern philology approaches. Modern philology approach was used to analyze manuscripts and text on Kridhasastra Fiber based on the steps of philological research work. Descriptions are carried out to raise the values contained in the text which become research data and research data analysis. The results of the study and discussion show that the moral teaching values contained in the Kridhasastra Fiber text contained four things. They are related to the element of human occurrence, namely, the conception of God and Manunggaling Kawula-Gusti, divinity (Allah) and His creation, the personality of the wise and noble/main person. In the text of the Kridhasastra Fiber, it is explained that as God’s creation, human beings have an obligation, which is always to remember their identity as creatures who must always carry out their obligations as best they can. Humans also must always do good. Humans should always strive throughout their lives to achieve and maintain the safety of their soul and body and live their lives by always prioritizing good character, utilizing their intelligence in a calculated and positive manner.

Orientasi Nilai Ajaran Moral dalam Serat Kridhasastra Karya Mas Ngabei Mangunwijaya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai ajaran moral dalam Serat Kridhasastra Karya Mas Ngabei Mangunwijaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dan pendekatan filologi modern. pendekatan filologi modern digunakan untuk menganalisis naskah dan teks Serat Kridhasastra berdasarkan langkah kerja penelitian filologi. Deskripsi dilakukan untuk mengangkat nilai-nilai yang dimuat dalam teks yang menjadi data penelitian dan analisis data penelitian. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa nilai ajaran moral yang dimuat di dalam naskah Serat Kridhasastra terdapat empat hal yang terkait dengan unsur terjadinya manusia yakni, konsepsi tentang Tuhan dan Manunggaling Kawula-Gusti, ketuhanan (Allah) dan ciptaan-Nya, kepribadian orang yang bijaksana dan orang yang luhur/utama. Dalam teks Serat Kridhasastra diuraikan bahwa sebagai ciptaan Tuhan, manusia mempunyai kewajiban, yaitu senantiasa ingat akan jati dirinya sebagai makhluk yang harus senantiasa melaksanakan kewajibannya sebaik mungkin. Manusia juga harus senantiasa berbuat kebajikan. Manusia hendaknya manusia selalu mengusahakan terus sepanjang hidupnya untuk mencapai dan menjaga keselamatan jiwa dan raga dan menjalani kehidupannya dengan senantiasa mengu-tamakan watak baik, memanfaatkan kepandaiannya dengan penuh perhitungan dan positif. 


Keywords


value orientation, moral teachings, manuscripts, Serat Kridhasastra, modern philology

Full Text:

XML PDF

References


Panitia Kongres Bahasa Jawa. (1991). Pedoman umum ejaan bahasa Jawa yang disempurnakan. Yogyakarta: Balai Penelitian Bahasa Yogyakarta bekerja sama dengan Panitia Kongres Bahasa Jawa 1991 di Semarang.

Adisasmita, S. (1955). Tatanan njêrat basa Djawi. Jogjakarta: Tjabang Bagian Bahasa Djawatan Kebudajaan Kementerian P.P. dan K.

Baroroh-Baried, S., Sutrisno, S., Soeratno, S. C., & Sawu, K. Z. I. (1994). Pengantar teori filologi. Yogyakarta: BPPF Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Behrend, T. E., & Feinstein, A. H. (1990). Katalog induk naskah-naskah nusantara. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Catford, J. C. (1965). A linguistic theory of translation. London: Oxford University Press.

Soeratno, S. C. (1997). Naskah lama dan relevansinya dengan masa kini: Suatu tinjauan dari sisi pragmatis. Dalam Tradisi tulis nusantara (Kumpulan makalah Simposium Tradisi Tulis Indonesa 4-6 Juni 1996), Masyarakat Pernaskahan Nusantara, 1997).

Iser, W. (1987). The act of reading a theory of aesthetic response (Cetakan Keempat). Baltimore dan London: The Johns Hopkins University Press.

Jauss, H. R. (1983). Toward an aesthetics of reception. Minneapolis: University of Minnesota Press.

Jones, R. (1980). Review article: Problems of editing Malay texts, discussed with reference to the Hikayat Muhammad Hanafiyyah”. Archipel 20.

Maas, P. (1972). Textual criticism. Oxford: Oxford University Press.

Magnis-Suseno, F. (1984). Etika Jawa, sebuah analisa filsafati tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.

Mangunwijåyå, M. N. (1912). Sêrat pasthikåmåyå. Kediri: Tan Khoen Swie.

Mangunwijåyå, M. N.. 1915. Sêrat Kridhåsastrå. Surakarta: N.V. Budi Utama.

Mardiwarsito, L. (1981). Kamus Jawa kuna – Indonesia. Ende-Flores: Nusa Indah.

Marsono. (1996). Lokajaya: Suntingan teks, terjemahan, struktur teks, analisis intertekstual, dan semiotik (Disertasi tidak diterbitkan). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Yogyakarta.

Mukarovsky, J. (1977). Structure, sign, and fiction. (Terj.: John Burbank & Peter Steiner). New Haven and London: Yale University Press.

Mulyani, H. (2003). Naskah sêrat asmaralaya: Suntingan teks, terjemahan, dan analisis semiotika (Tesis tidak diterbitkan). Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Yogyakarta.

Mulyani, H., Widyastuti, S. H., Ekowati, V. I. (2016). Tumbuhan herbal sebagai Jamu pengobatan tradidional terhadap penyakit dalam Serat Primbon Jampi Jawi Jilid I”. Jurnal Penelitian Humaniora, 21(2), 73-91. Nida, E. A., & Taber, T. R. (1974). The theory and practice of translation. Leiden: E.J. Brill.

Robson, S. O. (1994). Prinsip-prinsip filologi Indonesia. (Terj.: Kentjanawati Gunawan). Jakarta: RUL.

Prawiroatmojo, S. (1981). Bausastra Jawa-Indonesia (Jilid 2). Jakatra: Gunung Agung.

Poedjawijatna, I. R. (1986). Etika: Filsafat tingkah laku. Jakarta: Bina Aksara.

Simuh. (1988). Mistik Islam kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita: Suatu studi terhadap Serat Wirid Hidayat Jati. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Soemitro, D. (1970). Beberapa persoalan pokok dalam menterjemahkan. Buletin Fakultas Sastra dan Kebudayaan, 91, 64-81.

Teeuw, A. (1984). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar ilmu sastra. Jakarta: Pustaka Jaya


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Citation & Indexing:

 

Creative Commons License
This site is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International