Zonasi kerawanan longsor dan strategi arahan mitigasi longsor di DAS Merawu Banjarnegara

Authors

  • M Chrisna Satriagasa Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada http://orcid.org/0000-0002-0470-8036
  • Hatma Suryatmojo Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada
  • Ambar Kusumandari Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.21831/gm.v18i2.35420

Abstract

Kabupaten Banjarnegara khususnya DAS Merawu memiliki kerawanan longsor yang tinggi. Perulangan longsor menyebabkan gangguan bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menentukan zonasi kerawanan longsor dan menentukan strategi mitigasi longsor di DAS Merawu. Inventori longsor dilakukan menggunakan tiga pendekatan yaitu terestris, menggunakan citra satelit, dan dari literatur. Penelitian ini menggunakan analitic hierarchy process (AHP) untuk menentukan besar pengaruh setiap parameter lingkungan terhadap kejadian longsor sebagai dasar penyusunan peta kerawanan longsor. Metode AHP juga digunakan untuk menentukan jenis mitigasi longsor terbaik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada wilayah kajian terdapat 256 longsor, mayoritas berupa longsor tipe slide, dengan material utama tanah, dan termasuk deep slide. Longsor banyak terjadi pada wilayah dengan tanah mediteran merah tua dan regosol, formasi geologi Halang (Tmph), stream density 1,4-2,8 km/km2, lereng 25-45%, dan tutupan lahan semak belukar. Wilayah dengan kerawanan tertinggi terletak pada bagian tengah DAS. Jenis mitigasi longsor terbaik untuk wilayah ini yaitu penanaman vegetasi.

Author Biography

M Chrisna Satriagasa, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada

Laboratorium Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada

Downloads

Published

2020-11-30

How to Cite

Satriagasa, M. C., Suryatmojo, H., & Kusumandari, A. (2020). Zonasi kerawanan longsor dan strategi arahan mitigasi longsor di DAS Merawu Banjarnegara. Geo Media: Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian, 18(2), 106–116. https://doi.org/10.21831/gm.v18i2.35420