Eksistensi Perempuan Jawa pada Serat Wasita Dyah Utama: Kajian Semiotika Kritis Eco

Authors

  • Putri Retnosari Universitas Negeri Surabaya
  • Endah Imawati IKIP Widya Darma

DOI:

https://doi.org/10.21831/foundasia.v16i2.97549

Abstract

Figur perempuan Jawa dinilai sebagai sosok yang lemah, dibuktikan melalui beberapa serat Jawa yang mendeskripsikan tentang perempuan. Perempuan dengan segala dimensinya menarik untuk diteliti, karena berkaitan dengan pandangan publik. Sejalan dengan hal tersebut, perempuan Jawa lebih nyata praktis daripada laki-laki yang berhenti pada ideologi. Penelitian ini akan memperkaya pengetahuan baru terhadap nilai ajaran perempuan Jawa, dengan demikian dapat ditemukan beragam keistimewaan dalam diri perempuan Jawa. Alasan lain bahwa perempuan Jawa menarik untuk diteliti karena perempuan Jawa dituntut untuk jeli dalam bersiasat menghadapi tata krama yang terkadang menjadi “jerat budaya”. Artinya, hal itu menunjukan bahwa perempuan Jawa memiliki kemampuan dalam melihat sumber konflik, selanjutnya mengembalikan kepada yang berkuasa untuk menjawab “sendiri” permasalahannya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pandangan baru tentang perempuan Jawa dari ajaran yang terdapat dalam serat. Salah satunya, dalam serat Wasita Dyah Utama yang mengajarkan ajaran dasar tentang perempuan Jawa. Melalui pendidikan dasar untuk perempuan Jawa dapat ditemukan makna keistimewaan dari perempuan Jawa

References

Alfiansyah Anwar, Musafir Pababbari, & Musdalifa Ibrahim. (2023). ANALISIS PARADIGMA ILMU SOSIAL PROFETIK (Tela’ah Pemikiran Kuntowijoyo). SHOUTIKA, 3(2). https://doi.org/10.46870/jkpi.v3i2.619

Aziz, D. K. (2015). Akulturasi islam dan budaya jawa. Fikrah, I(2).

Bakhri, S., & Subhi, M. R. (2024). DIFUSI INOVASI CABAI JAWA: TRANSFORMASI SOSIAL KAMPUNG MODERASI BERAGAMA LINGGOASRI. Islamic Management and Empowerment Journal, 6(2). https://doi.org/10.18326/imej.v6i2.227-250

Chiarenza, C., & Lauretis, T. De. (1983). Umberto Eco. SubStance, 11(4). https://doi.org/10.2307/3684194

Compagno, D. (2018). The Philosophy of Umberto Eco. The Philosophical Quarterly, 68(272). https://doi.org/10.1093/pq/pqx069

Danesi, M. (1985). En este. Indurkhya.

Dharma, F. A. (2018). Konstruksi Realitas Sosial:Pemikiran Peter L. Berger Tentang Kenyataan Sosial. Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1). https://doi.org/10.21070/kanal.v6i2.101

Eco, U. (2013). Interview with Umberto Eco. Communication and Critical/Cultural Studies, 10(1). https://doi.org/10.1080/14791420.2013.769311

Eco, U. (2018). Semiotics and the Philosophy of Language. In Reading Eco. https://doi.org/10.2307/j.ctt1zxz0xk.6

Fahrurrozi S, & Jumadissaniyah Sitorus, N. (2023). Ajaran Tarekat Syekh Siti Jenar. Jurnal Ekshis, 1(1). https://doi.org/10.59548/je.v1i1.16

Fernandes, S., Mengkala, D. L., & Vianey, O. B. (2025). Interpretasi Kebenaran dalam Ruang Digital: Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur. Perspektif, 20(1). https://doi.org/10.69621/jpf.v20i1.287

Fu Lan, Y. (2013). Veven Sp. Wardhana, Budaya Massa, Agama, dan Wanita, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2013, 228 hlm. DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA, 12(2). https://doi.org/10.36383/diskursus.v12i2.112

Handayani, D. R. W. (2024). Miskonsepsi Strict Parent Pada Anak Perempuan Jawa. Keluarga: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 10(2). https://doi.org/10.30738/keluarga.v10i2.17581

Haryati, T. A. (2017). Kosmologi Jawa Sebagai Landasan Filosofis Etika Lingkungan. Religia, 20(2).

Insani, N. H., & Rokhim, M. N. (2023). Dinamika Digitalisasi Dan Pelestarian Sastra Jawa Masa Pandemi: Kajian Ekokritik Sastra. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra Jawa FKIP UM Purworejo.

Istikomah, E. (2019). Kanca Wingking As A Representation Of The Wife In Islamic Religion Based On The Text Of Serat Wasita Dyah UtamA. International Conference on Local Wisdom ….

Maheswari, A. T. P., Parahita, B. N., & Purwanto, D. (2023). HIPEREALITAS PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEREPRESENTASIKAN RELASI SOSIAL PERTEMANAN GENERASI Z. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi Dan Informasi, 8(3). https://doi.org/10.52423/jikuho.v8i3.84

Moad, M., Hadi Rianto, Arif Januardi, Nawawi, & Syafrial Nur. (2025). Sinergi Pedagogi dan Ekologi dalam Kerangka ESD: Tinjauan Literatur Sistematis Model Pembelajaran Civic Eco-Transformation. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2). https://doi.org/10.31571/jpkn.v9i2.10302

Pereira, S. G. (2024). Author-Creator and Author-Model: Possible (Dis)Connections between Mikhail Bakhtin and Umberto Eco. Bakhtiniana, 19(4). https://doi.org/10.1590/2176-4573e65583

Prasetyo, E. A., Prasadiyanto, P., & Riyadi, S. (2023). EKSISTENSI SUYARTO SEBAGAI SINDEN LANANG: SEBUAH BIOGRAFI. Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran Dan Kajian Tentang Bunyi, 22(2). https://doi.org/10.33153/keteg.v22i2.4366

Rossi, A. (2018). Seven crimes and a burning library. The name of the rose of umberto eco. In Acta Poetica (Vol. 39, Number 2). https://doi.org/10.19130/IIFL.AP.2018.2.836

Sari, M., & Asmendri. (2020). Peneltian Kepustakaan (Library Research). NATURAL SCIENCE; Jurnal Penelitian IPA Dan Pendidikan IPA, 6(1).

Sondheim, A. (1976). Umberto Eco, A Theory of Semiotics . Art Journal, 36(2). https://doi.org/10.1080/00043249.1977.10793351

Suardi, S., & Syarifuddin, S. (2017). Peran Ganda Istri Komunitas Petani. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 3(1). https://doi.org/10.26618/equilibrium.v3i1.508

Wardiyono, W., & Kurnianingsih, I. (2019). Katalog Induk Nasional dan Keikutsertaan Katalog Induk Komunitas Dalam Pengembangannya. Bibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 2(1). https://doi.org/10.33476/bibliotech.v2i1.370

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

[1]
Retnosari, P. and Imawati, E. 2025. Eksistensi Perempuan Jawa pada Serat Wasita Dyah Utama: Kajian Semiotika Kritis Eco. FOUNDASIA. 16, 2 (Dec. 2025), 97–106. DOI:https://doi.org/10.21831/foundasia.v16i2.97549.

Issue

Section

Articles